Beritabanten.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah menjadi sorotan publik setelah dinilai tidak konsisten dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap anak.

Kritikan datang dari warganet yang menilai KPAI lebih responsif terhadap kasus yang viral, khususnya jika melibatkan anak dari kalangan pejabat atau figur publik, namun terkesan lamban saat laporan datang dari masyarakat biasa.

“Kalau anak artis atau pejabat cepat ditangani, tapi kalau rakyat kecil, nunggu viral dulu baru gerak,” tulis seorang pengguna media sosial bernama Teh Ima, yang kemudian mendapat banyak dukungan dari netizen lainnya.

Sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini disebut belum mendapat perhatian serius dari KPAI.

Hal ini menambah kekecewaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi hak anak-anak di Indonesia.

Kekecewaan tersebut semakin mencuat ketika banyak pengguna media sosial mulai menandai akun resmi @kpai_official serta akun pribadi Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, untuk meminta klarifikasi.

Namun, bukannya memberi penjelasan, akun pribadi @solihahaimaryati justru menutup kolom komentar, yang memicu reaksi lebih besar dari publik.

Gelombang kritik ini mencerminkan tuntutan masyarakat agar KPAI bersikap lebih adil, profesional, dan tidak tebang pilih dalam menangani laporan kekerasan terhadap anak—terlepas dari status sosial atau latar belakang keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPAI belum memberikan pernyataan resmi terkait sorotan publik tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com