Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghimbau agar panitia kurban tidak menggunakan plastik dalam pembagian daging. Menurut MUI Tangsel, pelaksanaan ibadah kurban harus memberi keberkahan, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Sekretaris Umum MUI Tangsel, KH Abdul Rojak, menekankan bahwa penggunaan plastik dalam membagikan daging kurban perlu dihentikan dan diganti dengan alternatif ramah lingkungan seperti kantong kain, kertas, atau wadah biodegradable. Hal ini penting mengingat banyaknya sampah plastik yang menyumbat saluran air di Tangsel, berpotensi menimbulkan banjir dan masalah lingkungan lainnya.
“Kurban yang dilakukan tanpa meninggalkan dampak negatif bagi alam akan lebih berkah dan sesuai dengan prinsip Islam,” ujar KH Abdul Rojak, menanggapi himbauan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang juga mendorong pengurangan plastik saat pembagian daging kurban.
MUI Tangsel menekankan pentingnya perencanaan sejak awal bagi panitia kurban. Misalnya, menyiapkan wadah ramah lingkungan sebelum kegiatan dimulai dan memastikan masyarakat yang menerima daging kurban mendapatkan edukasi singkat tentang cara penggunaan wadah alternatif. Dengan langkah ini, pembagian daging tetap lancar, bersih, dan aman.
Selain itu, penggunaan wadah ramah lingkungan dinilai bisa menjadi bagian dari edukasi sosial. KH Abdul Rojak menyebutkan bahwa masyarakat bisa mencontohkan perilaku peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak, sehingga kebiasaan mengurangi plastik tidak hanya berlaku saat kurban, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain mengurangi dampak lingkungan, membagikan daging kurban tanpa plastik juga menambah nilai estetika dan kenyamanan bagi penerima. Wadah yang ramah lingkungan lebih mudah dibawa, tidak berbau, dan dapat digunakan kembali, sehingga masyarakat merasa lebih dihargai dan lebih mudah menyimpan daging kurban dengan aman.
Langkah ini juga mendorong kreativitas dalam kegiatan kurban. Panitia dan masyarakat dapat memanfaatkan kantong kain, kotak ramah lingkungan, atau wadah biodegradable yang dapat dicetak dengan motif unik atau diberi label, sehingga kegiatan kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi pengalaman positif dan mengedukasi penerima tentang pentingnya peduli lingkungan.
MUI Tangsel berharap himbauan ini menjadi contoh bagi kota lain dan mendorong kolaborasi antara panitia kurban, pemerintah, dan masyarakat. Dengan menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah, kegiatan kurban di Tangsel diharapkan semakin bermakna dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan alam. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan