Beritabanten.com – Di tengah padatnya aktivitas kerja, makan siang bukan sekadar jeda untuk mengisi perut. Bagi para pekerja, waktu makan menjadi kesempatan singkat untuk mengembalikan tenaga sebelum kembali bergelut dengan pekerjaan dan mengejar target hingga sore hari.

Di kawasan ITS BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, pilihan menu sederhana justru mampu menghadirkan kenikmatan tersendiri.

Sepiring ayam goreng, lalapan daun kemangi, kol dan timun mentah tersaji bersama sambal pedas yang menjadi pelengkap sekaligus penentu rasa.

Ayam gorengnya tampak sederhana, tetapi proses pengolahannya membuat cita rasa berbeda.

Daging ayam terlebih dahulu direbus bersama bumbu dan rempah sebelum masuk ke penggorengan. Cara tersebut membuat bumbu lebih meresap sekaligus memastikan bagian dalam ayam matang sempurna.

Ketika sudah digoreng, permukaan ayam berubah gurih dengan warna yang menggoda. Tidak tampak bagian daging yang masih merah atau mentah di dekat tulang.

Aroma bumbu yang keluar dari ayam semakin mengundang selera ketika berpadu dengan sambal yang baru saja dihaluskan.

Sambalnya bukan sekadar pelengkap. Begitu menyentuh lidah, rasa pedasnya langsung menyebar perlahan, kemudian meninggalkan sensasi hangat yang membuat siapa pun ingin kembali mengambil suapan berikutnya.

Pedasnya terasa berani, tetapi masih memberi ruang bagi gurih ayam dan segarnya lalapan untuk tetap muncul.

Tekstur sambal yang halus karena diolah dengan blender membuat rasa cabai seperti menyelimuti seluruh permukaan makanan.

Ketika dicocol bersama potongan ayam goreng yang renyah di bagian luar dan lembut di dalam, rasa pedas, gurih, dan aroma rempah bertemu dalam satu suapan.

Daun kemangi kemudian memberikan aroma segar yang khas, sementara timun dan kol menjadi penyeimbang ketika pedas mulai terasa memenuhi mulut.

Yang menarik, sensasi pedas itu justru membuat selera makan semakin terbuka. Setiap kali keringat tipis mulai terasa di dahi, satu suapan ayam dan lalapan kembali menjadi penawar yang membuat tangan seperti enggan berhenti.

Inilah kenikmatan sederhana menu makan siang di ITS BSD: ayam goreng yang gurih, lalapan yang segar, dan sambal pedas yang membuat makan siang terasa lebih hidup.

“Terasa pedas dan nikmat kok. Asal jangan kebanyakan, karena sambal yang diblender itu rasanya lebih pedas dan merata,” kata seorang pelanggan berinisial AW di kawasan ITS BSD, Jumat (7/8/2026).

Bagi AW, menu sederhana tersebut menjadi pilihan menarik untuk mengakhiri pekan kerja. Ada alasan lain yang membuatnya berani menikmati sambal lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

“Satu saat saya mencoba dengan petai mentah, Bang. Pasti enak kok dan aman saja karena kan besoknya liburan juga. Kan enggak enak kalau baunya semerbak di kantor,” ujarnya sambil tersenyum sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Candaan kecil itu menggambarkan suasana makan siang yang sederhana, tetapi akrab. Tidak selalu makanan mahal yang mampu menghadirkan kepuasan.

Sepiring ayam goreng dengan lalapan dan sambal pedas pun bisa menjadi teman yang menyenangkan setelah beberapa jam bekerja.

Perlahan, waktu makan siang berakhir. Para pekerja mulai meninggalkan tempat makan dan kembali menuju ruang kerja masing-masing. Piring-piring yang sebelumnya penuh mulai menyisakan jejak sambal, tulang ayam, dan lalapan yang telah disantap.

Sementara para pelanggan beranjak pergi, penjaga tempat makan mulai merapikan meja dan sisa makanan.

Aktivitas sederhana itu menjadi bagian dari denyut kehidupan kawasan ITS BSD yang kembali sibuk, sebelum tempat makan tersebut bersiap menyambut pelanggan berikutnya, terutama saat akhir pekan tiba. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com