Beritabanten.com — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyayangkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Pesantren yang nota bene melibatkan pihak pimpinan.
“Kami sangat prihatin dengan kasus kekerasan seksual di pesantren. Apalagi jika pelakunya adalah pimpinan, ini sangat memilukan. Kami akan membentuk pansus untuk menindaklanjuti kasus-kasus seperti ini,” ujarnya dalam rilis resmi, Kamis (2/1/2024).
Dirinya mengaku akan menjalin kerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelesaikan penanganan kasus kekerasan tersebut. Dia sadari anggaran KPAI minim hingga butuh kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Mari kita bangun kolaborasi. Kita bisa kumpulkan semua stakeholder. Kita lakukan langkah tindak lanjut. Perlu ada efek jera bagi para pelaku,” lanjut dia.
Sementara itu, Ketua KPAI, Ai Maryati menyambut baik ajakan Menag Nasaruddin dalam menangani sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lembaga pendidikan.
“Bukan hanya kekerasan seksual seperti pencabulan atau pemerkosaan, tapi juga kekerasan fisik, psikis, hingga homoseksual. Situasi ini sangat mengkhawatirkan,” dia jelaskan.
Dia juga menyampaikan bahwa pelaku kekerasan sering kali memiliki relasi kuat dengan penguasa, sehingga menyulitkan proses penanganan.
“Rekomendasi kami adalah optimalisasi program perlindungan anak, termasuk membentuk Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan di lingkungan pendidikan keagamaan,” tambah dia.
Selain itu, Ai juga mengusulkan program “Pesantren Ramah Anak” sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Program ini diharapkan dapat diintegrasikan dengan kebijakan Kemenag guna memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para santri,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan