Beritabanten.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menggapak guru sebagai Sebagai pahlawan sejati dalam menerangi kehidupan di muka bumi.

Guru adalah pahlawan tanpa nama. Guru populer di langit sekalipun tidak populer di bumi,” ujarnya, dalam keterangan resmi pada Senin 25 November 2024.

Setiap orang, dikatakan, sebagai guru bagi orang terdekatnya hingga masyarakat luas.

“Kita semuanya adalah guru. Karena kita adalah obor yang diharapkan menerangi kegelapan. Guru tidak hanya mengajar di ruang kelas tetapi juga membimbing keluarga, bahkan diri sendiri, menuju kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.

Menag Nasaruddin juga menjelaskan filosofi kata “guru” yang berasal dari bahasa Sanskerta. “Gu artinya kegelapan, Ru artinya obor. Jadi guru ialah obor yang mengusir kegelapan,” kata dia.

Filosofi ini, menurutnya, menjadi inti dari keberadaan guru yang bertugas menghilangkan ketidaktahuan dan memberikan cahaya pengetahuan.

Menag Nasaruddin juga menyentuh aspek moralitas guru, yaitu kebijaksanaan dalam menghadapi kekurangan murid. “Seorang guru yang bijak, tidak pernah menyalahkan anak didiknya. Orang yang suka menyalahkan anak didiknya bukan guru yang baik,” pungkas Menag. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com