Beritabanten.com – Jembatan penghubung Kampung Gegenung RT 001 RW 005 ke Kampung Pabuaran, Kecamatan Sukamulya yang rusak akhirnya dibangun oleh swadaya masyarakat karena Dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tidak kunjung turun tangan. Pembangunan ini dimulai pada 24 Februari 2025.
Keinginan masyarakat untuk memiliki jembatan tersebut sudah muncul sejak lima tahun lalu. Jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi, terutama bagi pelajar SMP Negeri 1 Sukamulya dan SD Negeri 01 Buniayu.
Dany, salah satu tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa jembatan ini juga akan memperpendek jarak ke pasar Benda dan kantor Kecamatan Sukamulya melalui Kampung Panameng, Desa Kaliasin.
Meskipun Pemerintah Desa Buniayu telah mengajukan permohonan pembangunan jembatan tersebut sejak 2019, baik melalui Musrenbang tingkat Kecamatan, usulan kepada Dinas, maupun Aspirasi anggota Dewan, hingga saat ini proyek tersebut belum terealisasi. Menurut Dany, hal ini sangat mengganggu akses pendidikan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kepala Desa Buniayu, Hamdani SM, menyampaikan bahwa masyarakat Kampung Gegunung sudah sangat mendambakan jembatan tersebut.
“Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk memperpendek waktu tempuh bagi pelajar dan warga yang beraktivitas sehari-hari. Tanpa jembatan, mereka harus memutar lebih jauh,” kata Hamdani.
Selain untuk pelajar, jembatan ini juga sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang berdagang atau bekerja, karena dapat mempersingkat waktu dan jarak perjalanan mereka. Hamdani berharap agar Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di Desa Buniayu. Terlebih lagi, ada dua jembatan lain yang kondisinya sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Karena banyak jembatan yang sudah tidak layak, masyarakat setempat juga turut membantu dengan membangun pagar pembatas di sisi kiri kanan jembatan menggunakan dana swadaya. Untuk jembatan Kampung Gegunung, pihak desa berencana membangun fondasi dan lantai cor agar lebih tahan lama. Meskipun anggaran terbatas, proyek ini tetap dilanjutkan dengan tahap pertama berupa pembangunan fondasi.
Hamdani juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pembangunan jembatan tersebut.
“Kami mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi langsung pembangunan ini, karena ini adalah proyek bersama,” pungkasnya. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan