Beritabanten.com – Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) yang digelar pada 13 April 2026, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza memberikan seruan penting tentang pentingnya sinergi dan inovasi dalam meningkatkan pelayanan dan perekonomian daerah.
Acara yang dihadiri juga oleh 500 anak yatim ini menonjolkan sisi sosial perusahaan, namun tak dapat dipungkiri, tantangan yang dihadapi Perumdam TKR jauh lebih kompleks daripada sekadar perayaan.
Bupati Tangerang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi tingginya permintaan air bersih.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah sinergi yang dimaksud sudah mencakup semua pihak yang relevan, termasuk sektor swasta dan masyarakat?
Inovasi teknologi yang disorot Bupati juga memerlukan perhatian serius, mengingat perubahan iklim yang mengancam pasokan air bersih di masa depan. Transformasi digital dalam pelayanan adalah langkah yang perlu diikuti dengan implementasi yang nyata, bukan hanya sekadar wacana.
Selain itu, keberhasilan Perumdam TKR dalam menyediakan air bersih selama 50 tahun patut dihargai, namun sektor sosial yang dijalankan, seperti program sambungan gratis dan beasiswa anak yatim, perlu lebih dari sekadar simbol.
Program-program ini harus dievaluasi secara objektif untuk melihat dampaknya yang sebenarnya terhadap masyarakat, bukan hanya sebagai proyek jangka pendek.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah dan Perumdam TKR, yang dianggapnya telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi UMKM.
Namun, jika kolaborasi ini hanya terbatas pada program-program seremonial, maka kontribusinya akan sangat terbatas. Tentu diperlukan kebijakan yang lebih konkret untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas dan merata.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, menyatakan bahwa perusahaan akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi digital.
Namun, tidak hanya sekadar digitalisasi yang penting, melainkan juga penguatan sistem transparansi yang memungkinkan publik untuk memantau perkembangan dan pencapaian yang sebenarnya.
HUT ke-50 Perumdam TKR seharusnya menjadi momentum bagi perusahaan untuk lebih introspektif. Ini bukan sekadar merayakan setengah abad perjalanan, tetapi juga untuk menilai kembali strategi yang sudah diterapkan.
Bagaimana kita memastikan bahwa program sosial dan pelayanan publik tidak hanya menjadi formalitas dalam setiap perayaan? Bagaimana pemerintah dan Perumdam TKR bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dengan fokus pada solusi jangka panjang dan berkelanjutan?
Sebagai perusahaan daerah yang vital, Perumdam TKR memiliki peran yang lebih besar dari sekadar pengelola air bersih. Ia harus dapat memimpin dalam hal inovasi, sinergi antar sektor, dan memberdayakan masyarakat melalui program yang lebih menyeluruh. .
Jika ini berhasil dilakukan, peringatan HUT ke-50 bukan hanya menjadi kenangan, tetapi awal dari langkah baru yang lebih berarti bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan