Beritabanten.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
Ia mengingatkan Purbaya untuk menjaga tutur kata agar tidak terkesan sombong atau arogan saat berbicara di hadapan masyarakat.
“Saya berharap kepada para menteri, terutama menteri baru seperti Menteri Keuangan, yang sudah meminta maaf, agar ke depannya bisa lebih berhati-hati. Karena masyarakat memiliki cara pandang yang berbeda-beda, maka sebaiknya berkomunikasi dengan cara yang tidak menimbulkan kesan arogan. Biarlah kebijakannya yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Cholil Nafis, beberapa waktu lalu.
Cholil menekankan bahwa pejabat publik harus memahami perannya sebagai pelayan rakyat yang tindak-tanduknya selalu mendapat perhatian. Menurutnya, kebebasan berekspresi seperti ketika belum menjabat tidak lagi bisa dilakukan saat sudah memegang jabatan publik.
“Waktu masih menjadi Ketua LPS mungkin tidak terlalu disorot, sehingga gaya berbicaranya bebas-bebas saja. Namun sekarang, ketika sudah menjadi pejabat, ia milik publik. Jadi wajar jika masyarakat memberikan tanggapan dan kritik,” tegasnya.
Pernyataan Cholil tersebut muncul menyusul sorotan terhadap gaya komunikasi Menkeu Purbaya yang dinilai sebagian pihak terlalu keras dan menimbulkan kesan angkuh. MUI berharap para pejabat bisa lebih bijak dalam berbicara, terutama di tengah kondisi ekonomi yang peka terhadap persepsi publik. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


1 Komentar
Ketua MUI seharusnya belajar sejarah Islam lagi, contoh ketegasan Rosulullah dan Umar bin Khattab dalam memberantas kezaliman. Ketua MUI jangan cuma jadi bunglon dong…. Ide saya ganti secepatnya ketua MUI….cari yang benar2 tahu tentang ilmu Islam