Beritabanten.com – Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon menggelar Peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung di Alun-alun Kota Cilegon.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Marthinus Hukom, dan Brigjen TNI Roedy Widodo dari Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI.

Dalam acara tersebut, dihadiri pula oleh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, yang bersama-sama menegaskan peran strategis santri dalam melawan bahaya narkoba dan radikalisme yang mengancam bangsa.

Marthinus Hukom mengungkapkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Kota Cilegon kali ini sangat monumental. Ia menekankan bahwa di tengah peringatan ini, diangkat isu penting mengenai bahaya narkoba dan radikalisasi terorisme. “Santri memiliki peran penting dalam menjaga moral dan integritas bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan narkoba dan ekstremisme,” ujarnya.

Menurutnya, santri dan pesantren adalah basis moral pembangunan bangsa.
“Ada dua kerusakan moral yang harus kita lawan, yaitu narkoba dan terorisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hukom menekankan pentingnya peran santri sebagai benteng moral bangsa.
“Lewat momentum ini, kami mengajak semua santri untuk kembali mengambil peran sebagai basis pendidikan moral bangsa dan melawan kedua isu tersebut,” tambahnya

Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk ceramah dan diskusi mengenai pentingnya pemberdayaan santri dalam mencegah penyebaran narkoba dan ideologi radikal. Diharapkan, peringatan Hari Santri Nasional ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap bahaya-bahaya tersebut dan mendukung peran santri sebagai agen perubahan. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com