Beritabanten.com — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Rahmat Hidayatullah, menyampaikan pentingnya pelibatan aktif masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2025–2029.

Rahmat menilai bahwa RPJMD merupakan dokumen fundamental yang menentukan arah pembangunan kota selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara terbuka dan inklusif, tidak hanya melibatkan segelintir kelompok.

“Partisipasi masyarakat harus bersifat nyata dan bermakna. Kami mendorong adanya meaningful participation, yakni keterlibatan yang aktif, kritis, serta memberikan kontribusi nyata dalam menyusun arah pembangunan daerah,” kata Rahmat.

Ia menekankan, mahasiswa memiliki kepekaan terhadap isu-isu sosial dan kemampuan analitis untuk memberikan pandangan, kritik, serta solusi atas tantangan pembangunan. Menurutnya, mereka harus dilibatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, bukan hanya dilibatkan secara simbolik. Tanpa melibatkan suara mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil, RPJMD hanya akan menjadi dokumen formal yang tidak menjawab kebutuhan warga,” tegasnya.

Rahmat juga menyoroti pentingnya transparansi dan akses informasi selama proses penyusunan. Ia berharap Pemerintah Kota Cilegon membuka ruang dialog secara luas dan tidak membatasi aspirasi publik.

“Transparansi dan keterlibatan publik adalah pondasi utama. HMI Cilegon siap untuk memberikan masukan dan turut mengawal proses ini agar hasilnya benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan kepentingan segelintir elit,” tutupnya.

Dengan pernyataan tersebut, HMI Cabang Cilegon menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah yang berkomitmen terhadap penguatan partisipasi publik dalam pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com