Beritabanten.com – Krisis akses air bersih yang masih dihadapi sebagian masyarakat pesisir Kabupaten Serang mulai menemukan titik terang.
Bantuan hibah berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mobile dari Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan, menjadi langkah awal menghadirkan layanan air bersih yang lebih mudah dijangkau, khususnya di wilayah yang belum terlayani jaringan perpipaan.
Kerja sama internasional tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan kedua daerah dalam pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah yang berkelanjutan.
Penyerahan hibah dilakukan saat kunjungan delegasi Pemerintah Kota Gyeongju ke kantor Perumda Tirta Albantani di Kedalingan, Kota Serang.
Direktur Utama Perumda Tirta Albantani, Eli Mulyadi, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Sebelumnya, jajaran Perumda Tirta Albantani melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan SPAM Ciruas-Kragilan.
Menurut Eli, keberadaan SPAM Mobile diprioritaskan untuk melayani masyarakat di kawasan pesisir utara Kabupaten Serang, terutama Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Berbeda dengan instalasi pengolahan air permanen, SPAM Mobile dirancang sebagai fasilitas portabel yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Satu unit mampu melayani satu kawasan permukiman sehingga dinilai efektif sebagai solusi sementara di daerah yang belum memiliki jaringan distribusi air.
Teknologi tersebut memanfaatkan berbagai sumber air baku, mulai dari sungai kecil, air payau hingga rawa. Air kemudian diolah melalui sistem filtrasi bergerak hingga memenuhi standar air bersih sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Perumda Tirta Albantani telah mengidentifikasi sedikitnya sepuluh titik sumber air baku yang berpotensi menjadi lokasi operasional SPAM Mobile. Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan sepuluh unit untuk memperluas cakupan pelayanan di wilayah pesisir.
Selain bantuan hibah, kerja sama dengan Pemerintah Kota Gyeongju juga diarahkan pada investasi pengembangan SPAM Ciruas-Kragilan melalui skema business to business (B2B). Model kemitraan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan air bersih sekaligus mendorong peningkatan investasi di sektor utilitas daerah.
Kerja sama tersebut merupakan buah dari inisiatif yang telah dirintis sejak Desember 2022 melalui proposal berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi jangka panjang bagi desa-desa yang belum menikmati layanan air minum perpipaan.
Sementara itu, skema pelayanan kepada masyarakat masih akan dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Serang. Berbagai opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari layanan gratis, subsidi pemerintah, hingga kolaborasi dengan pemerintah desa untuk mendukung biaya operasional.
Perwakilan Pemerintah Kota Gyeongju menyatakan kerja sama ini didorong oleh keinginan untuk membantu mengatasi persoalan kekeringan sekaligus memperkuat kapasitas teknis penyediaan air bersih di Kabupaten Serang. Harapannya, kemitraan tersebut terus berkembang sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan