Beritabanten.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Rabu (23/7). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai “pemimpin kancil”.

Seloroh tersebut disampaikan Prabowo dalam suasana penuh keakraban di hadapan para tamu undangan dan sejumlah elite partai politik. Candaan itu pun langsung mengundang tawa para hadirin dan menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam rangkaian acara Harlah PKB.

Kehadiran Prabowo dalam peringatan Harlah ke-27 PKB juga menunjukkan komunikasi politik yang terus terjalin antara Presiden dengan partai-partai pendukung pemerintahan.

“Pemimpin Kancil”, Ini Makna di Baliknya

Penyebutan “pemimpin kancil” oleh Prabowo memiliki makna yang menarik dalam konteks budaya Indonesia. Kancil dalam cerita rakyat dikenal sebagai sosok yang cerdik, lincah, pandai membaca keadaan, dan mampu mencari solusi dari berbagai persoalan.

Karena itu, penyebutan seseorang sebagai “kancil” sering dimaknai sebagai gambaran kecerdikan, kemampuan menyusun strategi, serta kepiawaian menghadapi situasi yang penuh tantangan.

Dalam dunia politik, istilah tersebut juga kerap dikaitkan dengan figur yang mampu membangun komunikasi, membaca dinamika, dan mencari titik temu di antara berbagai kepentingan. Namun, makna “kancil” tetap bergantung pada konteks penggunaannya karena dalam situasi tertentu istilah tersebut juga dapat memiliki tafsir berbeda.

Dalam pidato di Harlah PKB, sebutan “pemimpin kancil” disampaikan Prabowo dalam suasana santai dan penuh canda. Berdasarkan konteks penyampaiannya, istilah tersebut lebih banyak dipahami sebagai seloroh yang merujuk pada kecerdikan, kelincahan, dan kemampuan membangun komunikasi politik, bukan sebagai kritik atau sindiran. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com