Beritabanten.com Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang hanya 40 yang mulai melakukan aktivitas usaha dari total 326 buah. Terdapat berbagai kendala yang satunya adalah tempat KDMP yang akan jadi pusat kegiatan koperasi.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas dikabarkan telah berusaha keras untuk menghidupkannya dengan minimal target 50 persen dari 326 KDMP tersebut.

Upaya tersebut dilakukan dia dengan menggelar audiensi dengan Audensi bersama Forum KDPM Kecamatan Ciruas di Ruang kerja Wabup Serang pada Selasa, 23 September 2025.

“Dari 326 desa ada 40 (KDMP) yang sudah aktif melakukan aktivitas usaha,” kata Najib Hamas, dilihat redaksi dalam laman resmi Pemkab Serang pada hari ini Rabu 24 September 2025.

Untuk mengambil langkah cepat dalam aktivasi KDMP tersebut, dia menggandeng Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag), Adang Rahmat dalam mendengar keluhan dari Forum KDMP Kecamatan Ciruas itu.

Meski demikian dia tidak bisa mengabarkan target waktu opersional KDMP tersebut. Dirinya hanya berpatokan pada arahan dari arahan Kementerian Koperasi secara bertahap agar nantinya menjadi pergerakan ekonomi di masyarakat.

“Oleh karena itu di harapkan dari 326 desa mudah-mudahan di 2026 separuh ya sudah mulai aktifitas usahanya. Berkaca dari KDMP Ranjeng, sudah berjalan bahkan omset setiap harinya mencapai Rp4 sampai Rp5 juta perharinya,” katanya.

Adapun untuk saat ini, papar Najib Hamas berdasarkan hasil diskusi bersama Forum KDMP Kecamatan Ciruas terdapat kendala pada sarana dan prasarannya yakni gedung atau tempat.

Meski demikian, pada intinya Pemkab Serang memiliki komitmen yang jelas bahwa Kopdes Merah Putih di seluruh desa secara bertahap diharapkan memulai aktifitasnya.

“Memang rata-rata kendalanya adalah salah satu persyaratan harus ada bangunan fisik, baik sewa atau bangunan dengan cara lain ini salah satu kendala yang di rasakan oleh para koperasi. Kenapa secara fisik, karena barang-barang yang akan di jual di stok itu harus punya lahan atau ruangan,” terangnya.

Sebagai solusinya, Kepala Diskoumperindag Adang Rahmat menyarankan agar menggunakan seperti garasi atau tempat-tempat lain yang aman untuk menyimpan barang.

“Alhamdulillah di Desa Citerep, Kecamatan Ciruas ada potensi juga pinjem pakai dari aset pemerintah daerah. Tapi intinya adalah kita semangat pengurus koperasi seluruh Kabupaten Serang terutama Ciruas secara bertahap memulai aktifitasnya,” ucapnya.

“Karena apa, masyarakat ini menunggu pelayanan secara terus menerus dari koperasi desa merah putih. Salah satunya adalah pengadaan sembako, gas yang selama ini di perlukan dengan harga yang stabil,” sambung Najib Hamas.

Sementara itu, Ketua Forum KDMP Kecamatan Ciruas, Didi Suhendi mengabarkan kendala paling utama adalah tidak adanya gedung atau bangunan untuk memulai aktivitas koperasi. Dia berniat meminjam aset daerah melalui diskusi dengan Wakil Bupati Hamas

“Kita kesulitan tempat tadi, karena itu kan masuknya modal awal, tidak ada uang. Tapi Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Permendagri tentang penguatan aset barang milik daerah, dan itu bisa dipergunakan untuk itu makanya kami melakukan diskusi,” ujarnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com