Beritabanten.com – Dokter kecantikan di Klinik Athena Makassar, Eka Ananda, menjadi sorotan setelah mengunggah sebuah video yang diduga menyindir pernyataan Doktif (Dokter Detektif) terkait kondisi wajahnya yang disebut bopeng akibat merawat pasien COVID-19.
Dalam video tersebut, dr. Eka Ananda tampak tertawa sambil mengucapkan caption yang menuai kontroversi, “Ilmu baru, bisa bopeng kalau ngurusin pasien COVID,” dengan emotikon tertawa.
Pernyataan ini langsung mendapatkan reaksi keras dari para netizen dan tenaga kesehatan (nakes) yang merasa bahwa tindakan tersebut tidak pantas, mengingat dr. Eka Ananda adalah seorang profesional medis. Banyak yang menilai bahwa sebagai seorang dokter, seharusnya ia memahami dengan baik penyebab dan akibat dari bekas luka yang ada pada wajah Doktif, yang berasal dari perjuangannya merawat pasien COVID-19 di garis depan.
Doktif sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa bekas luka di wajahnya adalah hasil dari kondisi saat ia bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang berat dan masker dalam waktu lama, yang sering kali menyebabkan iritasi dan luka di wajah. Penjelasan tersebut pun tampaknya diabaikan oleh dr. Eka Ananda, yang lebih memilih untuk mengolok-olok kondisi tersebut dalam unggahannya.
Netizen dan para tenaga kesehatan pun mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan dr. Eka, yang dinilai tidak sensitif terhadap perjuangan para nakes yang berjuang dengan risiko tinggi selama pandemi COVID-19. Banyak yang mengingatkan bahwa sebagai seorang profesional medis, dr. Eka seharusnya lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan dalam merawat pasien COVID-19, yang harus mengenakan APD berjam-jam, menahan lapar, haus, dan bahkan tidak bisa pergi ke toilet selama berjam-jam demi menyelamatkan nyawa.
Reaksi keras datang dari berbagai pihak, dengan banyak yang menyerukan agar tindakan tersebut mendapatkan perhatian serius dan diingatkan agar para dokter dan tenaga medis harus menunjukkan rasa empati dan tanggung jawab profesional dalam setiap ucapan dan tindakannya.
Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi orang lain, serta bagaimana seorang profesional medis seharusnya bersikap bijaksana dalam menghadapi situasi dan tidak memperburuk keadaan dengan sindiran yang tidak pantas. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan