Beritabanten.com – Pemerintah Kota Cilegon bersiap menggelar ajang budaya berskala internasional bertajuk Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts 2025 (BC-FIFA), yang akan berlangsung pada 6 hingga 11 Agustus mendatang.

Bekerja sama dengan CIOFF Indonesia, kegiatan ini akan menghadirkan perwakilan seni dan budaya dari empat negara, yakni Rusia, Bulgaria, India, dan Korea Selatan.

Festival ini menjadi wadah pertukaran budaya global, menampilkan beragam pertunjukan seni, tari, dan tradisi dari berbagai bangsa. Selama sepekan, sejumlah lokasi di Cilegon akan menjadi panggung pergelaran budaya internasional dan lokal.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menjelaskan bahwa pendanaan acara ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon serta kontribusi CSR dari beberapa perusahaan.

“Ada anggaran dari APBD karena menyangkut kebutuhan operasional seperti konsumsi panitia. Untuk detailnya, silakan konfirmasi ke dinas terkait,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Wali Kota, Senin (4/8).

Ia juga menambahkan, dukungan CSR dari industri seperti PT Krakatau Steel sangat membantu, misalnya dalam bentuk penyediaan akomodasi gratis bagi peserta mancanegara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menjelaskan bahwa anggaran konsumsi dialokasikan untuk sekitar 4.500 peserta dan tamu undangan.

“Mulai dari peserta kirab budaya sekitar 1.500 orang, hingga tamu gala dinner pada 10 Agustus di Rumah Dinas Wali Kota. Hitungannya Rp60 ribu per orang,” jelas Heni.

Menurutnya, kegiatan ini sudah terencana dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dindikbud tahun 2025 dan telah mendapat persetujuan DPRD Cilegon.

“Anggarannya masuk dalam program reguler, bukan dari perubahan anggaran. Untuk perubahan nanti, ada acara lain seperti Golok Day di bulan Oktober,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan BC-FIFA 2025 mencakup penjemputan delegasi, workshop tari tradisional untuk siswa SD, kunjungan ke sekolah-sekolah, pementasan seni budaya lokal, kirab budaya nusantara, gala dinner, hingga penutupan dan pemulangan peserta.

Pemkot Cilegon berharap festival ini dapat mempererat hubungan antarnegara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung dunia. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com