Beritabanten.com — Batik, warisan budaya Nusantara yang telah diakui dunia, kini kembali mendapatkan tempat istimewa di hati generasi muda.
Berkat sentuhan modern dalam desain, warna, dan potongan, batik tidak lagi dianggap kuno atau hanya untuk acara formal. Anak-anak muda kini mulai menjadikan batik sebagai bagian dari gaya sehari-hari.
“Dulu saya cuma pakai batik kalau ada acara resmi di sekolah. Sekarang saya suka mix and match batik dengan celana jeans atau sneakers. Jadi tetap kelihatan muda, tapi ada sentuhan budaya,” kata Nanda (20), mahasiswa asal Bandung.
Desainer dan pelaku industri fashion lokal memegang peranan penting dalam mengubah citra batik menjadi lebih kekinian. Mereka menghadirkan motif batik dalam bentuk kemeja oversized, crop top, hoodie, outerwear, hingga celana kulot, yang lebih disukai oleh generasi milenial dan Gen Z.
“Batik tidak lagi harus berupa kain panjang atau kemeja formal. Anak muda sekarang ingin tampil beda, tapi tetap punya identitas. Batik modern menjawab kebutuhan itu,” ujar Sarah Ayuningtyas, seorang desainer muda yang fokus pada pengembangan batik kontemporer.
Tak hanya di dalam negeri, batik modern juga semakin sering tampil dalam ajang fashion internasional. Kehadiran batik di kancah global turut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang mendunia.
Tren ini juga membawa dampak positif terhadap UMKM di sektor batik. Permintaan akan produk batik dengan desain segar dan anak muda terus meningkat, mendorong para pengrajin untuk berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
Pemerintah dan berbagai komunitas juga terus mendorong kampanye penggunaan batik di kalangan muda melalui media sosial, festival budaya, hingga program pendidikan.
Dengan semangat baru yang dibawa generasi muda, batik kini tak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern yang penuh kebanggaan.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan