Beritabanten.com – Mencukur rambut merupakan kebutuhan anak muda zaman now dengan ragam gaya menawan. Gaya Gen-Z tersebut kerap disempurnakan coloring (pewarnaan rambut) dengan warna beragam.

Demikian yang disampaikan pemilik Barber Shop Parakan Dendi yang berlokasi di Kampung Parakan, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Awak media mendapatkan Dendi sedang jeda istirahat sejenak di tengah kesibukannya melayani pelanggan di malam minggu yang terbilang ramai.

Dendi mengaku harus menyesuaikan diri dalam melayani kecendrungan anak muda terkini yang berbeda dengan pelanggan lain yang berusia 30 tahun ke atas.

“Anak muda sekarang berani tampilan potongan rambut radikal seperti under cut dengan tetap mempertahankan kerapihan,” katanya memulai pembicaraan dengan awak redaksi, Sabtu (25/1/2025).

Dia jelaskan ada sebagian pelanggannya yang rutin merapihkan penampilan mahkota kepala tersebut. Mereka dikatakan Dendi, rutin datang dan bisa mendadak untuk kebutuhan acara.

“Saya punya satu pelanggan tiap minggu mencukur rambut dan pernah datang di luar itu karena kebutuhan acaranya. Katanya sih ‘mau ketemu orang penting’,” ucapnya menirukan pelanggan.

Dia menyebut gaya pavorit Gen-Z di antaranya mohawk, side part, buzz cut, medium fade, slicket back, low fade dan two block.

Gaya cukur tersebut, dijelaskan dia, selalu ditawarkan terlebih dahulu pada pelanggan anak muda karena ada beberapa yang meminta perubahan khas.

“Mereka itu (Gen-Z, red) berani banget keluar pakem dengan menambahkan potongan tersendiri. V point dalam cukur rambut digeser sesuai pandangan pribadi mereka,” ucapnya.

Meski demikian, dirinya merasa bersyukur karena mendapat banyak masukan sehingga berani menyesuaikan dengan kecendrungan pelanggan anak muda tersebut.

“Hukum bisnis berlaku pada kami dengan berusaha memenuhi keadaan anak muda tapi tetap konsiaten pada pelanggan lainnya. Kan tetap semuanya harus dilayani,” tambah dia.

Kedepannya dia akan menambah layanan lain seperti terapi pijit setengah badan atas masukan dari pelanggan yang biasa kerja lembur atau di luar kota.

“Parakan kini adalah kampung urban dengan ragam pekerjaan sehingga kebutuhan terapi badan makin dibutuhkan. Kita mulai dengan edukasi bertahap titik refleksi,” ucapnya.

Layanan pijit badan tersebut, tambah Dendi, belakangan mulai diminati oleh pelanggan untuk datang ke rumah. Dia melakukannya sendiri dan atau jika sedang menangani pelanggan di tempat bisa mengutus selah satu rekannya yang biasa bantu.

“Saya coba ajarin tetangga yang biasa bantu di barber ini, sekalian layani pelanggan di luar tempat cukur. Kan nanti juga bisa buka cabang di tempat lain,” demikian tutup Dendi penuh semangat. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com