Beritabanten.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten mengungkapkan bahwa kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menjadi salah satu lokasi rawan peredaran narkoba pada tahun 2024.
Selain itu, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, juga masuk dalam daftar wilayah yang dipantau ketat.
Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol Rohmad Nurshaid, menjelaskan bahwa pelataran sekitar Masjid Agung di Banten Lama kerap menjadi lokasi transaksi narkoba.
“Ketika lampu di area payung pelataran mati, tempat itu sering digunakan untuk berpacaran dan bahkan transaksi narkoba. Alasannya mereka datang untuk berdoa atau ziarah,” ujar Rohmad, kemarin.
Selain Banten Lama dan Baros, wilayah Tangerang Raya dan Kota Cilegon masih menjadi daerah dominan dalam peredaran narkoba.
Rohmad juga mengungkapkan bahwa modus operandi para pengedar terus berkembang. Salah satu metode yang sering digunakan adalah melalui jasa ekspedisi pengiriman barang, seperti menyelundupkan narkoba dalam kue, senar pancing, dan paket suku cadang motor.
“Ada juga narkoba yang dimasukkan ke tangki mobil yang dimodifikasi. Namun, metode pengiriman lewat ekspedisi dengan akun palsu masih paling sering ditemukan,” ungkapnya.
Sepanjang tahun 2024, BNNP Banten berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika, melampaui target awal sebanyak 9 kasus.
Dari hasil operasi tersebut, sebanyak 13 orang tersangka ditangkap, dengan barang bukti berupa 21,4 kilogram sabu dan 118,9 kilogram ganja. Kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini mencapai Rp22,5 miliar, dan diperkirakan menyelamatkan 90 ribu orang dari bahaya narkoba.
Para tersangka yang ditangkap mayoritas laki-laki dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun ke atas. Dari profesi mereka, 10 orang di antaranya adalah wiraswasta, sementara lainnya mahasiswa dan pengangguran.
BNNP Banten juga melakukan program Skrining dan Deteksi Dini (SIDINI) di 4 SMA/SMK se-Provinsi Banten. Dari 180 siswa yang diperiksa, ditemukan 29 siswa yang terindikasi sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Menurut Rohmad, penyebab utama penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa adalah pengaruh teman sebaya dan rasa ingin tahu.
Dengan semakin inovatifnya modus operandi para pelaku, BNNP Banten berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan terus mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, agar terhindar dari jerat narkoba. (Chk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan