Beritabanten.com– PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), induk usaha jaringan ritel Alfamidi, resmi melepas 70 persen saham yang dimilikinya di PT Lancar Wiguna Sejahtera, pemilik jaringan Lawson, kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart.
Jumlah saham yang dijual mencapai 1,48 miliar lembar, menjadikan Alfamart sebagai pemegang kendali baru Lawson.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Alfamidi, Suantopo Po, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 200,4 miliar dari hasil penjualan saham ini akan digunakan untuk mendukung operasional dan ekspansi usaha.
“Dana tersebut akan memperkuat pendanaan kegiatan usaha dan belanja modal Perseroan,” kata Suantopo, Rabu (15/5/2025).
Ia menyebut bahwa langkah ini juga menjadi strategi untuk memperkuat fokus bisnis Alfamidi di sektor ritel.
Setelah transaksi ini, perusahaan berharap kinerja keuangannya akan membaik, baik dari sisi laba bersih maupun arus kas.
“Kami berharap hal ini dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham di masa mendatang,” ucapnya.
Dalam transaksi ini, harga jual saham ditetapkan sebesar Rp 135 per lembar. Dengan demikian, Alfamart harus mengeluarkan dana sekitar Rp 200,4 miliar untuk mengambil alih 1,48 miliar saham.
Suantopo juga menambahkan bahwa proses ini merupakan kelanjutan dari perjanjian jual beli saham bersyarat yang diumumkan pada 9 April 2025.
Di tengah persaingan bisnis ritel, langkah strategis seperti ini penting. Tahun lalu, Alfamart tercatat menutup sekitar 400 gerai.
Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan karena sejumlah toko berada di lokasi yang tidak menguntungkan atau memiliki kinerja yang rendah.
Selain itu, ada juga gerai yang ditutup karena harga sewa bangunan yang terlalu tinggi.
“Masa sewa berakhir dan harga sewa barunya melampaui perkiraan kami,” ungkap Solihin. Meski begitu, Alfamart tetap melakukan ekspansi dengan membuka lebih dari 1.000 toko baru selama tahun 2024.
“Jumlah gerai yang kami buka jauh lebih banyak daripada yang ditutup, dan laba kami meningkat dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga 2024, Alfamart mencatatkan laba bersih Rp 2,39 triliun, naik 9,52 persen dibanding Rp 2,19 triliun pada periode yang sama di 2023. Pendapatan juga tumbuh 10,23 persen dari Rp 80,02 triliun menjadi Rp 88,21 triliun.
Namun, beban pokok pendapatan meningkat signifikan menjadi Rp 69,24 triliun dari Rp 53,12 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp 18,86 triliun atau naik 11,66 persen dari tahun sebelumnya.
Beban penjualan dan distribusi juga meningkat dari Rp 13,43 triliun menjadi Rp 15,04 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik dari Rp 1,44 triliun menjadi Rp 1,57 triliun. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan