Beritabanten.com – Akal bulus pimpinan pesantren NQW di Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terungkap.
Pria berinisial MA tersebut, mengakui tindakan tidak pantas pada lima santri, tapi menurutnya di luar kesadaran dirinya karena pengaruh jin atau setan.
“MA tidak menyangkal bahwa benar ada tindakan pelecehan seksual yang dialami santrinya. Tapi, dia bilang aksi itu dilakukan oleh jin,” ungkap Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Sumadi, dikutip dari detik.com, Jumat (10/5/2024).
Joko menjelaskan rata-rata para korban masih di bawah umur atau di bawah 18 tahun. Sebagian besar adalah santriwati kelas 1 Madrasah Aliyah (MA) atau SMA.
Terungkap, perbuatan bejat MA dilakukan sejak tahun lalu, tepatnya November 2023.
“Kejadiannya sejak bulan November 2023. Jadi orang tua korban pernah kami dampingi bertemu dengan pelaku untuk klarifikasi waktu itu,” ujarnya.
Dari lima korban, dua orang di antaranya diduga sudah disetubuhi oleh MA. Sisanya, diduga baru sebatas dicabuli.
“Ya, tapi baru satu orang yang buat laporan polisi. Tadi pagi (Kamis) kami sudah laporkan ke Unit PPA Polres Lombok Barat,” ujarnya.
Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi meminta agar santriwati atau pihak keluarga korban untuk segera melapor secara resmi ke kepolisian.
“Kami mohon kepada korban atau keluarga korban untuk melapor agar kasus ini dapat segera diproses,” ujar Bagus.
Buntut dugaan pencabulan tersebut membuat warga di sekitar pesantren tersulut emosi. Warga ramai-ramai merusak fasilitas pesantren pada Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 16.00 Wita.
Sampai berita ini ditayangkan, Bagus memastikan situasi di sekitar pesantren sudah kondusif dengan melakukan langkah-langkah pengamanan di lokasi kejadian. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan