Beritabanten.com – Warga Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan pelebaran Jalan Bojonegara–Puloampel yang din Tingginya mobilitas kendaraan besar membuat kondisi jalan semakin padat, sementara kapasitas ruas jalan dinilai tidakilai sudah tidak mampu menampung tingginya aktivitas kendaraan, terutama kendaraan berat yang melintas menuju kawasan industri.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Bojonegara-Puloampel (KMBP) pada Senin (27/7/2026). Dalam aksi tersebut, warga sempat menutup akses jalan sebagai bentuk desakan agar rencana pelebaran jalan segera masuk tahap pelaksanaan.

Jalan Bojonegara yang merupakan ruas jalan nasional selama ini menjadi jalur utama menuju kawasan industri, kawasan pertambangan, serta Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ). Tingginya mobilitas kendaraan besar membuat kondisi jalan semakin padat, sementara kapasitas ruas jalan dinilai tidak lagi sebanding dengan beban lalu lintas yang harus dilayani.

Aksi massa sempat menyebabkan dua lajur jalan tertutup sehingga aktivitas kendaraan di kawasan tersebut terganggu. Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan aparat kepolisian, penutupan hanya berlangsung singkat dan akses jalan kembali dibuka.

Presidium KMBP Tajudin Hasan mengatakan, masyarakat meminta pemerintah segera mempercepat pembangunan jalan empat lajur agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri sekaligus memberikan keamanan bagi masyarakat sekitar.

“Kita menuntut pelebaran jalan, dua jalur empat lajur. Untuk pengendara truk tambang industri dan juga komoditas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum,” ujar Tajudin, dilihat dari detik.com, Selasa 28 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi jalan yang masih sempit menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Tidak sedikit kendaraan besar harus berbagi ruang dengan sepeda motor, kendaraan pribadi, hingga pejalan kaki yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.

“Masyarakat banyak mengalami kecelakaan di daerah sini. Kami meminta Kementerian PU dan Gubernur Banten untuk menindaklanjuti persoalan ini,” katanya.

Dalam aksi tersebut, warga juga membawa keluarga korban kecelakaan sebagai bentuk pengingat bahwa persoalan keselamatan di Jalan Bojonegara bukan sekadar masalah kemacetan, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat.

Abdul Latif, salah satu keluarga korban kecelakaan, mengungkapkan bahwa kecelakaan di jalur tersebut telah menimbulkan banyak korban.

“Dalam sehari kemarin itu semua keluarga saya, sehari itu ada empat korban kecelakaan. Yang satu tewas meninggal dunia di Kampung Solor Kidul,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya telah menyampaikan rencana pelebaran Jalan Raya Bojonegara.

Ruas jalan nasional sepanjang sekitar 31,42 kilometer tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menjadi akses utama distribusi logistik kawasan industri dan pelabuhan. Namun, jalur yang sama juga menjadi akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat aktivitas harian.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan pelebaran jalan diperlukan agar kebutuhan industri dan masyarakat dapat berjalan seimbang.

“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” ujar Andra.

Pemerintah Provinsi Banten juga telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pelebaran jalan empat lajur serta mendukung proses pengadaan lahan agar pembangunan dapat segera memasuki tahap konstruksi.

Pelebaran Jalan Bojonegara menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan industri di wilayah Serang dan sekitarnya.

Bagi masyarakat, percepatan realisasi proyek tersebut menjadi harapan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com