Beritabanten.com – Dalam ajaran Islam, sakit merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Namun, di balik ujian tersebut, seorang muslim diajarkan untuk tetap berikhtiar mencari pengobatan sekaligus memperbanyak doa memohon kesembuhan kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Menyembuhkan.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa kesembuhan sejati berasal dari Allah SWT. Dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 80, Allah berfirman:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki kewajiban untuk berusaha, sementara hasil akhir berupa kesembuhan berada dalam kehendak Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan untuk diamalkan ketika mengalami sakit adalah doa Nabi Ayyub AS saat menghadapi ujian berat berupa penyakit. Allah mengabadikan doa tersebut dalam QS. Al-Anbiya ayat 83:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Doa Nabi Ayyub AS mengajarkan seorang muslim untuk tetap rendah hati di hadapan Allah, mengakui kelemahan sebagai manusia, serta meyakini bahwa rahmat Allah lebih luas daripada ujian yang sedang dihadapi.

Selain doa dalam Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga mengajarkan berbagai doa kesembuhan kepada umatnya. Salah satunya adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih, yaitu HR. Bukhari nomor 5743 dan HR. Muslim nomor 2191. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa mutlak memberikan kesembuhan kepada hamba-Nya.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika menjenguk orang sakit:

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.”

Dalam hadis riwayat Abu Dawud nomor 3106 dan Tirmidzi nomor 2083 disebutkan bahwa doa tersebut dianjurkan dibaca tujuh kali ketika menjenguk orang sakit.

Selain berdoa, Islam juga mengajarkan pentingnya kesabaran ketika menghadapi penyakit. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang muslim yang tertimpa penyakit, kesusahan, maupun gangguan lainnya akan mendapatkan penghapusan dosa apabila menghadapinya dengan kesabaran.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari nomor 5641 dan Imam Muslim nomor 2573.

Para ulama menjelaskan bahwa doa dan ikhtiar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Seorang muslim dianjurkan mencari pengobatan yang sesuai, menjaga kesehatan, serta tetap menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Dengan memperbanyak doa, memperkuat keyakinan, dan menjalani usaha pengobatan, seorang hamba berharap mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Sebab, Allah SWT adalah Asy-Syafi, yaitu Dzat Yang Maha Memberikan kesembuhan kepada seluruh makhluk-Nya.

Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada setiap orang yang sedang sakit, mengangkat segala penyakit, serta menjadikan ujian tersebut sebagai jalan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com