Beritabanten.com — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, menegaskan bahwa kader Nahdlatul Ulama (NU) yang telah dipercaya mengemban amanah sebagai menteri, kepala daerah, maupun pejabat publik tidak perlu dipaksakan menjadi pemimpin organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Zulfa saat memberikan sambutan dalam peluncuran kitab Ithafu Umamati Al-Musthafa di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026) malam.
Menurut Kiai Zulfa, NU telah memiliki sistem kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru tanpa harus bergantung pada figur yang saat ini menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Karena itu, regenerasi kepemimpinan harus terus berjalan agar organisasi tetap berkembang secara sehat.
Ia menjelaskan, menjadi pengurus NU memiliki tahapan kaderisasi yang jelas, mulai dari Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) hingga Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (P-MKNU). Melalui proses tersebut, organisasi dinilai memiliki banyak kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pengurus PBNU memang mendapat kepercayaan mengemban jabatan strategis di pemerintahan. Di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf yang menjabat sebagai Menteri Sosial, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga mengemban amanah sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor Universitas PTIQ Jakarta.
Menurut Kiai Zulfa, jabatan di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan sama-sama membutuhkan perhatian, waktu, dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, kader yang telah mendapat amanah sebagai pejabat publik diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugas negara, sementara kepemimpinan organisasi diserahkan kepada kader lain yang telah melalui proses kaderisasi.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Dengan memberi ruang kepada kader-kader baru untuk memimpin, NU diharapkan dapat terus memperkuat kaderisasi sekaligus memastikan setiap amanah, baik di organisasi maupun pemerintahan, dijalankan secara optimal. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan