Beritabanten.com – Percakapan itu berlangsung santai di sela jam makan siang di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada Selasa 30 Juni 2026.

Tidak ada podium, tidak pula seremoni panjang. Namun dari meja pertemuan sederhana itu lahir gagasan besar tentang masa depan pariwisata Banten.

Gubernur Banten Andra Soni atau Gubernur Andra mengajak Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengambil peran lebih luas, bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia yang mampu menggerakkan industri pariwisata daerah.

Dalam pertemuan bersama Rektor UMT  Desri Arwen yang turut dihadiri Sekretaris Universitas Agus Kristian, keduanya membahas potensi besar Banten yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal.

Bagi Andra Soni, Banten memiliki modal yang sulit ditandingi banyak daerah lain. Garis pantai yang panjang, kawasan konservasi, desa-desa wisata, hingga kekayaan budaya seperti masyarakat Baduy merupakan aset yang dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikelola secara profesional.

Namun, menurutnya, potensi sebesar apa pun tidak akan berkembang tanpa sumber daya manusia yang memahami dunia pariwisata sekaligus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan.

Karena itu, ia mendorong UMT menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di garis depan pengembangan pariwisata Banten.

“UMT diharapkan dapat menjadi salah satu kampus yang mengawal pengembangan pariwisata Banten. Saya melihat UMT memiliki Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan menggarap potensi wisata yang masih luas,” kata Andra Soni.

Dorongan itu sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Banten yang tengah menyiapkan berbagai agenda berskala nasional, mulai dari penyelenggaraan Hari Pers Nasional 2026 hingga persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Event-event tersebut diyakini mampu menjadi etalase bagi potensi wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Bagi UMT, ajakan itu bukan sesuatu yang benar-benar baru. Rektor Desri Arwen mengatakan kampusnya telah memulai berbagai inisiatif melalui Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif, termasuk membangun jejaring pengembangan desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Banten dalam pengembangan Desa Wisata Baduy.

Menurut Desri, perguruan tinggi tidak lagi cukup menjalankan fungsi pendidikan semata. Kampus juga harus hadir sebagai ruang lahirnya inovasi, riset, dan pendampingan masyarakat agar potensi wisata mampu berkembang secara berkelanjutan.

Ia menegaskan UMT siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan (hospitality), dua aspek yang menjadi penentu pengalaman wisatawan ketika berkunjung.

Pertemuan singkat itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun pesan yang mengemuka jauh melampaui agenda makan siang.

Ketika pemerintah dan perguruan tinggi memilih berjalan bersama, pariwisata tidak lagi dipandang sekadar destinasi yang indah, melainkan sebagai jalan menciptakan lapangan kerja, mengangkat ekonomi masyarakat, dan memperkenalkan wajah terbaik Banten kepada Indonesia bahkan dunia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com