Beritabanten.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Tangerang atau Pemkab Tangerang tak mau kecolongan dalam perayaan Idul Adha 2026.
Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemkab langsung gerak cepat atau gercep memperketat pengawasan hewan kurban agar masyarakat mendapat hewan yang sehat, aman, dan sesuai syariat.
Langkah cepat itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin (18/5/2026).
Rakor dipimpin langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid didampingi Wabub Intan Nurul Hikmah dan dihadiri jajaran Forkopimda, camat, hingga kepala dinas terkait.
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu penting dibedah habis. Mulai dari kestabilan harga sembako sampai lalu lintas kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan pokok sampai saat ini masih relatif aman dan terkendali. Tapi khusus hewan kurban, kami minta seluruh pemeriksaan wajib sesuai standar ASUH,” tegas Bupati Maesyal.
Standar ASUH sendiri merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Menurut Bupati, aturan ini harga mati dan wajib diterapkan di seluruh lapak penjualan maupun lokasi penyembelihan hewan kurban.
Langkah Edukasi Besar-besaran
Tak cuma sidak lapangan, Pemkab juga menyiapkan langkah edukasi besar-besaran. Salah satunya dengan membuat video panduan tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar untuk dibagikan ke kecamatan dan panitia kurban.
“Supaya masyarakat makin paham cara penyembelihan yang baik dan sesuai aturan,” ujar Maesyal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, memastikan pemeriksaan hewan kurban tahun ini dilakukan ketat sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 juncto Nomor 14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Kami ingin memastikan hewan kurban masyarakat benar-benar sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syariat Islam. Semua harus memenuhi konsep ASUH,” tandasnya.
Dengan pengawasan super ketat ini, Pemkab Tangerang berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan tenang tanpa khawatir kualitas hewan yang dikurbankan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan