Beritabanten.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan realisasi investasi pada Triwulan I-2026 mencapai Rp498,79 triliun, tumbuh 7,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Angka ini juga berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja, menandakan kontribusi nyata investasi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

“Pertumbuhan ekonomi kita tetap solid di tengah ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga, penyaluran Tunjangan Hari Raya, serta stimulus pemerintah sebesar Rp809 triliun menjadi pengungkit utama pertumbuhan,” ujar Airlangga, dalam keterangan resmi, dikutip redaksi pada Jumat 24 April 2026.

Ia menambahkan, pencapaian ini mencerminkan keberhasilan reformasi struktural dan kebijakan pro-investasi yang dilaksanakan pemerintah sejak beberapa tahun terakhir.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menghadapi volatilitas eksternal.

Cadangan devisa tercatat sebesar USD148,2 miliar, sementara defisit APBN tetap rendah di level 0,93 persen terhadap PDB.

Surplus neraca perdagangan selama 70 bulan berturut-turut menunjukkan bahwa sektor perdagangan dan industri nasional tetap kompetitif, baik di kancah regional maupun global.

Pemerintah juga menekankan pentingnya penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Penyesuaian ini mencakup sektor ekonomi digital, kecerdasan buatan, mitigasi perubahan iklim, model bisnis baru, serta sektor jasa keuangan termasuk bullion bank.

Melalui Surat Edaran Bersama antara Kementerian Investasi, Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Pusat Statistik, pelaku usaha diberikan panduan teknis yang jelas agar penyesuaian KBLI dapat dilakukan tanpa hambatan administratif.

Menurut Airlangga, langkah-langkah ini tidak hanya mempermudah proses perizinan, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional.

“Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi negara tujuan investasi yang transparan, efisien, dan ramah terhadap inovasi,” ujarnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com