Beritabanten.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tancap gas menekan angka stunting dengan melibatkan semua potensi yang ada.
Menurut sumber media, salah satu yang digunakan adalah acara Pra-Musrenbang tematik, seluruh elemen diminta kompak agar target ambisius tersebut bisa tercapai.
Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahjo, menegaskan penurunan stunting bukan kerja satu dua pihak. Semua harus turun tangan.
“Hari ini kita satukan visi, samakan frekuensi. Ini bukan kerja sektoral, tapi kerja bersama,” tegas Bambang, dilihat redaksi dalam keterangan tersiar luas, Rabu 7 April 2026.
Targetnya tidak main-main. Pada 2026, angka stunting ditargetkan turun ke 7,54 persen, lalu kembali ditekan menjadi 7,05 persen di 2027.
Menurut Bambang, program ini jadi prioritas utama Pemkot Tangsel di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan.
“Harus realistis, tapi juga harus tercapai. Program ini wajib jalan dan hasilnya harus terlihat,” katanya.
Ia juga mengingatkan, pencegahan stunting tidak bisa ditunda. Dampaknya panjang dan bisa merugikan masa depan generasi muda.
Menariknya, Bambang menegaskan beban tidak boleh hanya dipikul kader posyandu.
“Jangan cuma andalkan posyandu. Semua sektor harus bergerak. Koordinasi di lapangan harus rapi dan nyambung,” ujarnya.
Ia pun berharap Tim Percepatan Penurunan Stunting Tangsel benar-benar solid, terutama dalam komunikasi lintas sektor.
Dengan sinergi yang kuat, Pemkot Tangsel optimistis target penurunan stunting bukan sekadar wacana, tapi bisa jadi kenyataan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan