Beritabanten.com – Anda penggemar dangdut grup Adella pasti ingat akan lirik lagu Serat Penjajah yang viral lewat kanal YouTube.

Ramadhan 2026 menjadi  saat tepat untuk memutar lagu tersebut sambil menunggu waktu terus berjalan hingga adzan maghrib tanda buka berkumandang.

Dengan balutan baju muslimah, Cantika Adella bersama OM ADELLA mampu membius penggemar dengan suara lengking dan alunan music dangdut koplo. Para pemain turut menjadikan suasana agamis makin kental terasa.

Pantauan media pada hari ini Selasa 24 Februari 2025, sejak dirilis pada 6 Maret 2025, video Cantika Adella tersebut mampu mengeruk 5,22 juta subscriber dengan jumlah penonton sebanyak 38 juta selama sebelas bulan lalu.

Penggemar yang terus bertambah diyakini karena ada tarikan makna mendalam dari lirik Serat Penjajah yang tersiar dengan lirik berbahasa Arab dan Jawa.

Dalam tradisi klasik sastra tanah air, paduan dua bahasa tersebut menandakan keseimbangan personal dalam sisi spiritualitas dan realitas sosial.

Jika ditelisik lirik lagu dengan bahasa Arab terdapat banyak pujian pada Sang Pencipta yakni Allah SWT, yang bisa mengantarkan pendengar pada suasana batin sunyi sarat harapan.

Dia bukan sepi di tengah keramaian, tapi kemeriahan menyerahkan diri pada kekuasaan Tuhan di tengah ramai lantunan lirik lagu oleh penyanyi.

Suasana ritmis tersebut disempurnakan dengan makna lirik berbahasa Jawa yang berisi rintihan warga pribumi dalam kekejaman penjajah. Mereka terpaksa harus bekerja tanpa upah, tidak mempunyai tempat berteduh bahkan hidup terlunta-lunta.

Cantika Adella dengan nama asli Cantika Nuswantoro itu merupakan penyanyi dengan lengkingan suara khas yang mampu menghadirkan suasana ritmis kedua nilai di atas.

Tangkapan layar YouTube ‘SERAT PENJAJAH – Cantika Adella – OM ADELLA.’

Suasana Sejarah Mencekam

Lirik ternyanyikan oleh Cantika mampu mengajak pendengar pada suasana sejarah mencekam pada zaman penjajahan, sekaligus menjadi kritik sosial.

Boleh jadi sistem penjajahan lenyak di bumi nusantara, tapi rasa dan sistemnya masih bercokol hingga kini.

Banyak dari nilai kemanusiaan yang menjadi misi wajib puasa menjadi sangat relevan dengan pesan provetik lirik Lagu Serat Penjajah.

Sejarah tidak boleh terulang, hanya karena setiap orang yang memahami nilai kemanusiaan tidak mampu untuk mengubah secara cepat.

Kehadiran lagu ini menandakan rantai panjang kritik sosial keagamaan yang masih relevan di tengah situasi negara bangsa belum berpihak secara adil kepada rakyatnya.

Dari niat untuk terus merawat pesan provetik itu juga lahir etos perjuangan yang kuat untuk terus melawan lupa atas perlakuan keji atas nama serakah mengeksploitasi yang kuat kepada yang lemah.

Cantika Nuswantoro adalah satu dari sekian banyak anak bangsa yang merelakan dirinya untuk tampil ke podium menyuarakan lirik syahdu penuh ajakan berjuang melawan angkara murka.

Anda yang mencoba untuk memahami makna terdalam dalam setiap baitnya akan menemukan pintu masuk penting dalam ikut andil menyuarakan pentingnya kemanusiaan di tengah bulan suci Ramadhan 2026.

Bangsa ini masih butuh keberanian anak bangsa dalam menilai positif setiap titik sejarah kelam untuk tidak lagi terulang untuk anak cucu nanti.

Negeri ini bukan warisan yang bisa dibiarkan luluh lantah tanpa kemanusiaan, tapi titipan indah untuk terus dirawat sepanjang hayat. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com