Beritabanten.com – Tantangan banjir yang menghantui wilayah di Provinsi Banten memerlukan kejelian para pengambil kebijakan dalam merumuskan langkah taktis agar menghasilkan penangan banjir secara komprehensif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai satu bagian pemerintahan daerah di Provinsi Banten mengambil inisiatif untuk meningkatkan koordinasi dengan wilayah lain dalam penanganan banjir.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meminta kesediaan Gubernur Banten Andra Soni untuk meluangkan waktu berdiskusi secara intensif terkait penanganan banjir antar wilayah di Provinsi Banten.

Dia bahkan meminta Gubernur Banten Soni untuk segera melakukan koordinasi dengan wilayah lainnya dalam menyelesaikan persoalan banjir. Khususnya banjir yang kerap merendam Perumahan Pondok Maharta, Pondok Kacang Timur, Tangsel.

Hal tersebut dalam amatan Pilar bahwa setiap hujan deras melanda kawasan Pondok Aren terutama Prumahan Pondok Maharta, berujung pada banjir.

“Air banjir datang dengan cepat kurang lebih 45 menit, diduga kuat kali Maharta tidak kuat menampung debit air dari perumahan yang berada di sekitar kompleks.” katanya pada media, Selasa 17 Juni 2025.

Banjir yang melanda wilayah tersebut, dikatakan, sampai meluap ke jalan dan ke gang-gang, sampai pada akhirnya masuk ke rumah warga. Ini biasa terjadi ketika hujan lebat, debit air di Kali Maharta cepat tinggi.

Komunikasi pada Gubernur Banten

Pilar mengaku sedih melihat warganya di Perumahan Pondok Maharta yang mengalami pernah mencapai ukuran leher orang dewasa.

“Karena dulu Maharta bisa sampai seleher (banjir) ya, sekarang terus surut-surut, semoga bisa zero kita tangani,” tandas Pilar Saga.

“Permasalahan di wilayah Maharta salah satunya adalah aliran sungai yang mengalir ke Kota Tangerang. Saya minta ke Pak Gubernur beberapa kali kesempatan untuk melakukan koordinasi antara kota Tangsel dan Tangerang,” imbuh dia.

Kekompakan Gubernur Banten Andra Soni dengan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnia dan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dalam sebuah acara – Foto Pemkot Tangsel.

Pilar memaksudkan koordinasi untuk mendiskusikan penanganan aliran sungai yang tersambung antara Kota Tangsel dan Kota Tangerang tidak menyempit yang pada gilirannya akan berdampak signikfikan pada penanganan banjir.

Dikatakan Pilar, beberapa faktor penting dalam penangangan banjir di Tangsel adalah ketersediaan aliran sungai yang cukup untuk menangani debit air hujan yang terbilang besar untuk ukuran aliran sungai yang ada.

“Koordinasi itu untuk memastikan tidak ada penyempitan kali atau sungai yang tersambung dari Tangsel ke Kota Tangerang,” beber dia memberi alasan penting koordinasi wilayah.

Keberadaan sambungan sungai yang memadai, dikatakan, juga akan berdampak pada kehadiran air yang di wilayah Tangsel karena tidak mampu untuk mengalir ke wilayah lain.

Ini dikatakan, harus terus diupayakan dengan koordinasi antar wilayah yang berada dalam kewenganan Pemerintah Provinsi Banten.

“Supaya di Kota Tangerang enggak terjadi penyempitan, karena terjadi penyempitan air itu back water kembali ke Tangsel,” kata Pilar.

Normalisasi aliran sungai dengan alat berat di sungai wilayah Tangsel – Istimewa.

Normalisasi Aliran Sungai

Dalam proses koordinasi antar wilayah tersebut, kata Pilar, Pemkot Tangsel tetap mengupayakan secara internal dalam mengelola aliran sungai agar tidak menghambat aliran sungai jika turun hujun.

Salah satu yang paling mendesak, katanya, adalah dengan melakukan pengerukan di beberapa tempat aliran sungai yang mulai terasa dangkal.

“Pemkot Tangsel telah melakukan pengerukan kali untuk memperdalam agar mampu menampung lebih banyak debit air. Ini sebagai langkah pertama sebelum koordinasi wilayah membuahkan hasil,” katanya.

Pilar mengajak semua pihak untuk menyadari pentinganya kehadiran sungai yang mempuni dalam menampung debit air hujan yang kini terbeling cukup banyak karena berbagai faktor alam.

Banjir di Perumahan Pondok Maharta Pondok Aren Tangsel -Istimewa.

Sungai mempunyai fungsi sangat penting dalam menyalurkan debit air yang jika tidak normal akan menyulitkan air mengalir dari drainase.

Pemkot Tangsel  dikatakan telah membangun banyak drainase, tapi diyakini akan sia-sia jika sungai sebagai saluran utama terhambat oleh sedemintasi.

“Yang pasti kali sungainya harus normal dulu, jangan sampai ada sedimentasi. Karena semua drainase berujungnya pada saluran utama sungai. Sungai ini yang sedang kita normalisasi dan lakukan peninggian turap,” kata Pilar.

Pemkot Tangsel juga sedang berupaya keras dalam menangani banjir yang kerap melanda Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren Tangsel.

“Maharta sekarang lagi penanganan penuntasan kali Turap dan normalisasi sungai, Insya Allah mudah-mudahan di tahun ini selesai kita lihat kondisinya perkembangannya gimana,” beber dia. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com