Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat ganjaran setimpal dalam usaha menyelaraskan pembiayaan dan pengembangan sektor air minum.
Ganjaran tersebut terbilang bergengsi karena datang dari pemerintah pusat dengan pengamatan jeli atas hasil jerih payah Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama jajaran dalam mengelola sektor air minum beberapa tahun ini.
Adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan acara Water & Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 ke-10 bersama Persatuan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) yang diselenggarakan di Jakarta International Cenvention Center (JICC) Jakarta Selatan pada Kamis 12 Juni 2025.
Acara puncaknya dengan mengusung tema besar “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air” itu, diisi oleh pemberian penghargaan kepada beberapa pemerintah daerah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjadi salah satu dari sekian banyak yang berprestasi yang mendapatkan penghargaan atas pembiayaan dan pengembangan sektor air minum.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mendapat penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia (RI) Bima Arya Sugiarto dan diterima langsung oleh Asisten Daerah (Asda) 1 Pemkot Tangsel Chaerudin.

Jajaran Pemkot Tangsel yang hadir menyaksikan penuh haru, karena hal tersebut menjadi apresiasi positif atas komitmen Pemkot Tangsel dalam pembiayaan maupun pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum untuk pelayanan kepada masyarakat.
Media berkesempatan menanyakannya via pesan elektronik kepada Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie pada Sabtu 14 Juni 2025, prihal keberhasilan tersebut, dasar pemikiran sekaligus realisasi di lapangan dengan segala tantangannya.
“Keberhasilan ini berkat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pembiayaan maupun pengembangan sektor air minum di wilayah Tangsel,” katanya, penuh semangat.
Penghargaan Sebagai Pelecut
Bang Ben, biasa disapa, juga mengakui hal tersebut sebagai pelecut untuk lebih baik lagi di masa mendatang dengan kerja selama ini bersifat kolaboratif lintas instansi dalam membangkitkan sektro air minum di Tangsel.
“Penghargaan ini harus jadi motivasi untuk terus berkomitmen dalam pengembangan pelayanan terkait air bersih,” akunya menirukan banyak pihak yang meminta dirinya untuk terus berbenah lebih baik lagi.
Menurut dia, saran dan masukan pasca dirinya diumumkan menerima penghargaan tersebut meminta untuk tetap fokus meningkatkan kinerja dan penghargaan harus dipahami secara produktif.

“Hal ini bagian dari pelayanan pembangunan dalam meningkatkan kualitas sebagai kota layak huni untuk mencapai kota lestari,” dia tambahkan.
Ia menambahkan bahwa ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
Menurut Benyamin, kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan air yang lebih merata.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap kebijakan pelayanan publik. Dalam konteks Tangsel, penguatan peran BUMD menjadi fondasi utama untuk memastikan akses air bersih terus meningkat.
Perseroda PITS Terus Berbenah dan Menguntungkan
Penguatan peran BUMD di sektor air minum di Tangsel secara strategis diperankan oleh Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) yang sedari awal diproyeksikan untuk menjadikan air minum di Tangsel lebih baik.
Dalam catatan terakhir tahun 2024, Perseroda PITS meraup keuntungan bersih secara signifikan yakni sebesar Rp 4,3 miliar, dari aset air minum sebesar Rp 73 miliar. Ini secara perspektif bisnis merupakan pertanda kesehatan perusahaan.
“Capaian di tahun 2024 memiliki nilai yang sangat penting bagi perusahaan, karena secara eksternal akan membangun persepsi positif dan kepercayaan publik,” kata Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keuntungan itu karena berhentinya kerugian secara kumulatif dan beban operasional perusahaan yang semula mengandalkan penyertaan modal sudah bisa dipenuhi dari hasil usaha.
“Kondisi ini merupakan buah dari kekuatan dalam menganalisis kondisi eksisting pengelolaan air minum di Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.
Selain itu, keberanian dalam melakukan terobosan untuk memetik nilai manfaat dalam bentuk kerjasama operasional guna meningkatkan pendapatan dan secara paralel melakukan pengembangan pelayanan air minum.
Dirinya menuturkan, aspek lain yang menjadi faktor pendorong capaian kinerja di tahun 2024 adalah perubahan secara fundamental budaya birokrasi menjadi budaya korporasi.
“Dilaksanakannya secara konsisten tata Kelola Perusahaan yang baik dari sisi persepsi, konsepsi dan implementasi,” demikian Tubagus Hendra. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan