Beritabanten.com — Ada yang berbeda dari tugas akhir siswa di SMK Bani Saleh, Bekasi. Jika biasanya siswa diuji lewat ujian teori atau presentasi di dalam kelas, sekolah ini justru meminta para siswanya terjun langsung ke dunia kerja, hanya dengan bermodal Rp10.000 dan KTP.

Program unik ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran nyata untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja setelah lulus.

Para siswa diberi kebebasan untuk mencari pekerjaan di lingkungan sekitar, meyakinkan pemilik usaha, dan langsung menjalani pekerjaan sungguhan selama beberapa hari.

Beberapa siswa memilih membantu penjual mie ayam, bekerja di warteg, menjadi buruh cuci piring di rumah makan, hingga membantu operasional laundry.

Tanpa bantuan orang tua atau koneksi sekolah, mereka belajar langsung bagaimana caranya mencari peluang, bernegosiasi, hingga menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang sesungguhnya.

“Awalnya sempat bingung, malu juga waktu harus nawarin diri ke warung-warung. Tapi akhirnya saya bisa bantu di warteg, mulai dari masak sampai bersih-bersih,” ujar Riko, salah satu siswa peserta program.

Dari pengalaman lapangan ini, para siswa mendapatkan pelajaran berharga. Mereka belajar pentingnya kerja keras, komunikasi, kemampuan beradaptasi, kerja sama, hingga mental tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Kepala Sekolah SMK Bani Saleh, Nurlina, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk membekali siswa dengan pengalaman riil yang tidak didapatkan di ruang kelas.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga siap secara mental dan keterampilan ketika nanti masuk ke dunia kerja atau membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Program ini pun mendapatkan apresiasi dari para orang tua dan praktisi pendidikan, yang menilai bahwa model pembelajaran seperti ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com