Beritabanten.com – Pencopotan Kepala Sekolah SD Negeri 050417 Tiga Jumpa, Tanti Nilawati, oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Anderiasta Tarigan, menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai pihak.

Keputusan tersebut diambil setelah sebuah video TikTok yang menunjukkan kondisi lapangan sekolah yang kebanjiran viral di media sosial.

Video yang diduga dibuat saat banjir menggenangi halaman sekolah itu dinilai mencoreng nama baik institusi pendidikan. Namun, banyak pihak justru mempertanyakan langkah pencopotan tersebut.

Ketua Komite Sekolah bersama sejumlah orang tua murid telah mengajukan permohonan agar Tanti Nilawati tidak dicopot dari jabatannya.

Mereka menilai kepemimpinan Tanti telah membawa banyak perubahan positif bagi sekolah, baik dari segi fasilitas, disiplin, maupun prestasi siswa.

Penilaian mereka diperkuat dengan fakta bahwa persoalan banjir merupakan masalah infrastruktur yang sudah berlangsung lama dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Yang seharusnya dilakukan Dinas Pendidikan adalah mencari solusi terhadap banjir yang berulang, bukan malah menghukum kepala sekolah yang justru peduli dan aktif terhadap kondisi sekolah,” ujar salah satu orang tua murid.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Karo, bahkan menjadi sorotan netizen yang menilai tindakan pencopotan tersebut tidak adil.

Banyak yang berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Karo dapat mengkaji ulang keputusannya dan lebih fokus pada penyelesaian masalah utama, yakni banjir yang kerap mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com