Beritabanten.com – Tim pengabdian masyarakat dari Kelompok Keilmuan Kimia Analitik, Program Studi Kimia, FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama PT Karya Nadiso Utama, menggelar pelatihan kolaboratif di SMAN 5 Cilegon, Banten, pada Februari 2025 lalu.

Kegiatan ini bertujuan membekali 30 siswa dengan pengetahuan praktis tentang kimia lingkungan, khususnya dalam mengukur tingkat kesadahan air di sekitar sekolah. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang penerapan ilmu kimia dalam memantau kondisi lingkungan.

Melalui pelatihan ini, siswa diajarkan teknik pengukuran, cara menganalisis data, serta menyimpulkan kondisi air berdasarkan hasil uji. Kegiatan tersebut menjadi tambahan yang memperkaya metode pembelajaran sains kimia di sekolah dan bisa menjadi model pembelajaran bagi sekolah lain. Mengingat Cilegon merupakan kawasan industri, keterlibatan sekolah dalam menyampaikan informasi kondisi lingkungan sekitar sangat penting.

Ketua Tim Kegiatan, Muhammad Ali Zulfikar, yang juga menjabat Ketua Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman penting akan manfaat nyata dari ilmu kimia analitik dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Program ini sangat efektif untuk menunjukkan kepada siswa bahwa ilmu kimia memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga lingkungan. Ini juga menjadi sarana promosi Prodi Kimia ITB kepada pelajar di wilayah Cilegon,” ungkapnya pada Selasa (8/4/2025).

Turut hadir sebagai pemateri, Muhammad Yudhistira Azis, dosen Kimia Analitik ITB sekaligus Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Jawa Barat–Banten.

Ia menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini yang dinilai mampu memicu kembali minat siswa dalam mempelajari sains.

“Ilmu kimia tidak cukup dipahami secara teori. Perlu praktik yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini juga melatih keterampilan analisis siswa, yang sangat berguna untuk bekal mereka di dunia industri,” katanya.

Selain pelatihan pengukuran kesadahan air, siswa juga diberikan edukasi tentang keselamatan di laboratorium, termasuk cara mengenali bahan kimia berbahaya melalui piktogram, penggunaan pakaian pelindung standar, serta langkah-langkah penanganan jika terjadi paparan bahan kimia. Materi ini penting untuk membangun budaya keselamatan sejak dini di lingkungan sekolah.

Guru Kimia SMAN 5 Cilegon, Apriyani Dewi Mayasari, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan siswa terbaik untuk mengikuti kegiatan ini dan berharap ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan ke siswa lainnya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara rutin. Selain menambah wawasan siswa, ini juga bisa menjadi jembatan kerja sama antara SMA dan perguruan tinggi dalam mengembangkan sains di wilayah Cilegon,” ujarnya.

“Ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, sekolah, dan dunia industri untuk menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” demikian dia menutup. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com