Beritabanten.com – Warga Kota Tangerang Selatan tidak menikmati program mudik gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel pada Ramadhan 1446 Hijriyyah. Ini disebabkan oleh langkah pengalihan anggaran kepada program lain lebih utama.

Demikian mengemuka ketika media konfirmasi ketiadaan program mudik gratis kepada Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat dengan mengatakan anggaran dan sumber daya dialihkan pada program lain yang lebih prioritas.

“Tahun ini Tangsel tidak mengadakan mudik gratis dulu, karena terkait dengan hal lain-lain,” kata Ayep dikutip Tribuntangerang.com, Senin (17/3/2025).

Ayep mengatakan bahwa peminat program mudik gratis cukup banyak, namun keputusan ini diambil untuk mengalihkan anggaran dan sumber daya ke program-program yang lebih mendesak.

“Berhubung kita membutuhkan untuk hal yang lebih penting, bukan ini tidak penting, tapi banyak hal lain, kita juga harus melakukan program wali kota, program Tangsel Terang,” ujar Ayep.

Dia menjelaskan program Tangsel Terang dimaksud penerangan jalan. Saat ini jumlah titik lampu jalan di Tangsel bertambah. Dishub Tangsel mencatat biaya untuk pembayaran listrik lampu jalan di Tangsel rata-rata mencapai sekitar Rp 55 miliar per tahun, atau sekitar Rp 4,5 miliar setiap bulan.

“Rata-rata per tahun sekitar Rp 55 Miliar untuk bayar listrik, per bulan 4 setengah miliar,” kata Ayep.

Karena itulah, kebutuhan anggaran untuk menjaga infrastruktur tersebut menjadi prioritas utama. Menurut dia, efisiensi anggaran lebih diutamakan untuk program-program yang lebih mendesak dan memberikan dampak langsung pada masyarakat.

“Efisiensi anggaran memang ada di seluruh sektor, terutama untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. Namun hal ini tidak akan mengganggu program-program utama dari Wali kota Tangsel,” katanya

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com