Beritabanten.com – Begitu selesai Khutbah & Imam Jum’at di Masjid Al-Ikhlas KPK-RI, 7 Rajab 1446 H/7 Januari 2025 M, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Setyo Budyarto berbisik atau curhat kepada saya.
Menerima curhatan dari orang super penting, bahkan ditakuti di negeri Pancasila ini, terus terang saya cukup kaget dan surprise.
Masalahnya, mungkin seperti pendapat atau image masyarakat umumnya, utamanya di tengah-tengah kondisi negeri yang dilanda oleh berbagai kasus korupsi yang amat kronis, berurat berakar, berjalin berkelindan lagi menjadi budaya bahkan permisive.
Hal ini berdampak pula kepada institusi vital strategis dan super bodi seperti KPK-RI yang tugas utama dan fundamentalnya adalah memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.
Akan tetapi realitanya, korupsi semakin merajalela dan menjadi-jadi serta tanpa takut dan malu-malu yang justru dilakukan oleh kaum elit, pemimpin, penguasa yang mustinya bertanggung jawab dan menjadi contoh dalam melawan dan membasmi korupsi yang sangat menghancurkan masyarakat, bangsa dan negara.
Terkolerasi dengan realita ini, bagaimanapun sedikit atau banyak, sebagai Ketua dengan Pimpinan lainnya, terdampak dengan beraneka tuduhan, justifikasi dan vonis yang negatif.
Mulai dari rekrutmen sampai proses, fit and proper test, pemilihan dan penetapan yang dianggap tidak fair, tidak transparan dan lain-lain serta terkontaminasi dan terkooptasi oleh kepentingan elit dan penguasa dan pengusaha era Jokowi.
Dalam konteks ini, tidak terkecuali, Setyo Budyarto, Ketua KPK-RI periode 2024-2029 ini juga dianggap bermasalah dan bagian dari Penguasa yang lalu yang divonis sebagai biang masalah dan sumber korupsi di negeri Konoha, sehingga membuat rakyat semakin miskin, menderita dan melarat.
Namun yang membuat saya kaget ketika saya melihat Pak Ketua Jum’atan dan berada di shaf belakang, tidak di depan seperti lazimnya pimpinan atau pejabat seperti di masjid-masjid lain.
Hal ini tidak terjadi di kepemimpinan KPK-RI sebelumnya. Saya bertambah kaget, saat Ketua KPK-RI dengan penuh tawadhuk, takzim dan santun seraya berbisik lirih dan curhat kepada saya.
Di samping dia sampai cium tangan kepada anak saya Ahmad Kanzun Moersjied (Al-Hafizh), mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karena merasa kagum dan respek dan merinding atas prestasinya yang spektakuler tersebut, walau dia dalam kondisi sakit-sakitan.
Saya semakin kaget lagi kagum dengan curhatan Pak Ketua yang sangat mendasar dan mendalam.
Dalam curhatannya, Pak Ketua mengungkapkan, di samping tersentuh dengan pesan Khutbah, karena terkait dengan contoh Pemimpin yang anti Korupsi semacam Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz.
Juga mohon didoakan agar selalu Istiqamah khususnya dalam mengemban amanah untuk membasmi korupsi secara adil, tidak tebang pilih dan tidak pandang bulu.
Korupsi yang menyebabkan rusak dan hancur negeri yang kaya raya ini oleh segerombolan oligarki dan konco-konconya.
Ketika seorang Ketua KPK-RI yang sangat ditakuti di negeri penuh korupsi, dengan mantab dan penuh percaya diri mengucapkan Istiqamah saya berpikir dan berhusnuzzan’
Ketua KPK-RI sekarang begitu religius dengan tingkat spiritualitas yang dalam terminologi populer yaitu ‘Orang Saleh Berarti’.
Ini setelah saya buktikan langsung dan berinteraksi dengan Ketua KPK-RI, maka keliru image orang kalau Ketua KPK-RI sekarang tidak beda dengan Ketua sebelumnya dengan bermacam stigma negatif dan lainnya sehingga masyarakat pesimis, sinis dan skeptis.
Mengungkapkan kalimat sakral dan mengimplementasikan serta mengaktualisasikan istiqamah tidaklah mudah, ujug-ujug bak membalikkan telapak tangan.
Karena istiqamah itu berat sekali yang hanya dapat dicapai melalui sebuah himmah dan proses luar biasa.
Maka tidak berlebihan apabila dikatakan “Al-Istiqamah Khairun Min Alfi Karamah” bahwa Istiqamah lebih baik dari seribu keramat. Masya Allah!
Karena itu dengan Ketua KPK-RI sekarang yang ingin selalu tetap istiqamah rakyat Indonesia yakin dan optimis, korupsi yang sangat sudah amat kronis akan mampu dibasmi sampai ke akar-akarnya.
Otomatis kekayaan negeri yang melimpah ruah ini dapat diselamatkan dari para penggarong yang anti NKRI, bak kata Presiden RI, Prabowo Subianto, mereka tidak cinta negeri ini.
Akhirnya Indonesia akan berhasil mencapai cita-cita kemerdekaannya, masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Amin.
Selamat berjihad Pak Ketua KPK-RI dengan tetap Istiqamah
Penulis; Moersjied Qorie Indra, Direktur Qur’an Center Bintaro Kota Tangerang Selatan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan