Beritabanten.com – Lukman Hakim, seorang praktisi muda asal Kota Cilegon, memberikan tanggapan terhadap reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat terkait tindakan PT PLNhttps://beritabanten.com/tag/pln/ yang memutus aliran listrik Masjid Agung Nurul Ikhlas.

Menurut Lukman, masyarakat perlu lebih bijak dalam merespons masalah ini dengan terlebih dahulu memahami status pengelolaan masjid tersebut.

Lukman menekankan pentingnya masyarakat mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan Masjid Agung Nurul Ikhlas. Hal ini bertujuan agar reaksi yang muncul tidak salah sasaran.

“Masyarakat tidak seharusnya langsung menyalahkan PLN. PLN telah mengikuti prosedur yang ada dengan memberikan peringatan sebelumnya. Yang harus dipertanyakan adalah pengelola masjid, kenapa sampai terjadi kelalaian?” ungkap Lukman pada Rabu (29/1).

Lebih lanjut, Lukman menegaskan bahwa menyalahkan PT PLN dalam hal ini merupakan sikap yang tidak tepat.

“Jika masyarakat menganggap PT PLN yang salah, itu tidak relevan. Masyarakat harus memastikan dulu siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan masjid ini. Apakah itu Pemkot, yayasan, ataukah masyarakat Cilegon sendiri?” jelas Lukman.

Lukman juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada pemutusan listrik, sementara masih banyak masalah lain di masjid yang perlu diperhatikan.

“Kenapa hanya pemutusan listrik yang dipersoalkan, sementara ada masalah lain seperti tempat wudhu yang kotor, atap bocor, dan kebersihan yang kurang terjaga. Itu juga tanggung jawab pengelola masjid,” tambahnya.

Menurut Lukman, yang seharusnya bertanggung jawab adalah pengelola masjid, bukan hanya masyarakat atau pemerintah.

“Masjid ini adalah kebanggaan masyarakat Cilegon, jadi kenapa Walikota yang harus membayar? Bukankah masyarakat yang merasa memiliki masjid ini juga harus turut bertanggung jawab?” katanya.

Lukman mengakhiri dengan menyampaikan bahwa permasalahan ini sebaiknya tidak hanya disalahkan kepada PT PLN.

“Yang perlu diperbaiki adalah pengurus masjid itu sendiri. Jangan sampai kita saling menyalahkan, karena yang sebenarnya ‘menampar’ itu justru orang kita sendiri,” tegas Lukman.

Diharapkan, sikap yang lebih bijak dalam menyikapi isu ini bisa membantu mempercepat penyelesaian dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Cilegon. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com