Beritabanten.com – Nama Habib Zaidan kembali menjadi sorotan setelah ia memberi komentar terkait insiden yang melibatkan Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, yang baru-baru ini viral karena aksinya mengolok-olok seorang penjual es teh di acara dakwah.
Meski sudah meminta maaf, Gus Miftah masih mendapatkan banyak kritik atas ucapannya yang dinilai kasar dan merendahkan.
Habib Zaidan, yang dikenal dengan suaranya yang merdu dan kharismatik dalam dakwah, tampil dalam video yang diunggah akun X (sebelumnya Twitter) @MisbahAliah19 pada Selasa, 3 Desember 2024.
Dalam video tersebut, Habib Zaidan yang berada di dalam mobil memberikan penjelasan mengenai karakter dakwah Gus Miftah, yang menurutnya sering kali bersikap lebih santai dan tegas dalam berbicara.
“Jadi sebenarnya memang karakter dakwahnya Gus Miftah itu seperti itu,” kata Habib Zaidan. Ia menambahkan bahwa Gus Miftah sering menggunakan pendekatan yang lebih akrab dan spontan dalam menyampaikan ceramah, yang membuatnya berbeda dengan penceramah lainnya.
Menurut Habib Zaidan, Gus Miftah memiliki gaya dakwah yang khas, yakni merangkul orang-orang yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Hal ini membuat gaya penyampaian Gus Miftah terasa lebih kasual dan, dalam beberapa kasus, bisa terdengar lebih kasar daripada penceramah lain.
“Beliau banyak merangkul orang yang kurang baik seperti itu, jadi cara penyampaiannya memang lebih santai. Kalau dibandingkan dengan penceramah lain, memang bisa terdengar lebih kasar,” tambahnya.
Habib Zaidan juga membela Gus Miftah terkait ucapan yang dianggap tidak pantas dalam video yang beredar. Ia menjelaskan bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan Gus Miftah itu bersifat spontan dan bukan sesuatu yang disengaja.
“Satu lagi, beliau itu kalau memberi kalimat-kalimat seperti itu tuh kalimat-kalimat spontan, jadi bukan kalimat yang disengaja,” ujar Habib Zaidan.
Lebih lanjut, Habib Zaidan mengungkapkan bahwa Gus Miftah sebenarnya memiliki niat baik dalam tindakannya tersebut. Ia menambahkan bahwa Gus Miftah bahkan memborong seluruh minuman yang dijual oleh penjual es teh yang sempat ia sindir.
“Toh kalaupun beliau seperti itu, makanannya, minumannya diborong semuanya sama Gus Miftah,” klaim Habib Zaidan.
Sebelumnya, insiden ini menjadi sorotan publik setelah sebuah video ceramah Gus Miftah yang sedang bercanda dengan penjual es teh di Magelang tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat mengolok-olok penjual es teh dengan mengatakan, “Es tehmu masih banyak? Ya sana dijual goblok,” yang diikuti tawa lepas dari hadirin.
Penjual es teh tersebut terlihat hanya bisa terdiam dan menghela napas, yang kemudian memicu empati dari banyak orang yang merasa bahwa ia direndahkan.
Menanggapi hal ini, Habib Zaidan mengimbau kepada warganet agar tidak langsung menilai berdasarkan cuplikan video yang singkat. Ia meminta agar video ceramah tersebut dilihat secara utuh untuk memahami konteks dan maksud sebenarnya.
“Besok-besok kalau lihat videonya yang full, jangan marah,” tutup Habib Zaidan.
Sementara itu, Gus Miftah telah mengklarifikasi ucapannya tersebut dan meminta maaf kepada penjual es teh dan seluruh pihak yang merasa tersinggung. Ia menegaskan bahwa maksudnya adalah bercanda, namun ia menyadari bahwa candaan tersebut dapat disalahartikan dan menyakiti perasaan orang lain.
Dengan klarifikasi dari Gus Miftah dan pembelaan dari Habib Zaidan, polemik ini diharapkan dapat segera mereda.
Namun, insiden ini juga menunjukkan bagaimana penggunaan kata-kata dalam ceramah, terutama yang disampaikan oleh tokoh agama, harus lebih berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang lain, terutama bagi mereka yang berada di lapisan bawah masyarakat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan