Beritabanten.com – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjalin kerja sama riset dengan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada 14-15 November 2024 di Jepang. Wakil Dekan Akademik Fdikom, Dr. Fita Fathurokhmah, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian,” ujar Dr. Fita Fathurokhmah, Ciputat, Tangsel, Senin (18/11/2024).
MoA ini mencakup berbagai program penting, termasuk riset kolaboratif dan program dosen tamu. Tujuannya adalah memperkaya kajian dakwah, ilmu komunikasi, dan studi Asia Tenggara. Selain Dr. Fita, penandatanganan juga dihadiri oleh Wakil Dekan Administrasi Umum, Dr. Rubiyanah, Wakil Dekan Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Muhtadi, serta Ketua Prodi Manajemen Dakwah, Amiruddi.
Kerja sama ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Fdikom dan CSEAS telah berkolaborasi dalam riset yang menghasilkan buku berjudul Local Governance of Peatland Restoration in Riau, Indonesia.
Ke depannya, kolaborasi akan difokuskan pada topik-topik seperti komunikasi lintas budaya, studi agama dan masyarakat, pengaruh media sosial pada komunitas religius, dan peran komunikasi dalam pembangunan sosial di Asia Tenggara.
Program dosen tamu dari CSEAS akan menghadirkan akademisi ahli dalam studi Asia Tenggara, antropologi, atau sosiologi agama.
Mereka akan memberikan kuliah, seminar, dan lokakarya bagi mahasiswa dan dosen Fdikom, memperluas wawasan mahasiswa tentang isu-isu global terkait dakwah dan komunikasi.
Fdikom dan CSEAS juga akan berkolaborasi menyelenggarakan lokakarya dan seminar internasional, baik daring maupun luring.
Acara ini akan membahas isu-isu terkini seperti peran agama di masyarakat Asia Tenggara, dinamika media sosial dalam dakwah, dan kajian komunikasi antarbudaya.
Hasil riset kolaboratif akan dipublikasikan di jurnal internasional, buku, atau prosiding konferensi, meningkatkan reputasi akademik Fdikom di tingkat internasional.
Dr. Fita berharap MoA ini akan membuka peluang besar untuk pertukaran pengetahuan, pengembangan riset, dan peningkatan kapasitas pendidikan.
“Kolaborasi ini diharapkan berkontribusi positif bagi studi dakwah dan komunikasi di Asia Tenggara, serta memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Jepang dalam jangka panjang,” harap Dr. Fita. (Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan