Beritabanten.com – Momen kelulusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga (Unair) tak luput dari perhatian warganet.
Banyak yang membandingkan prestasi akademik AHY dengan gelar kehormatan yang baru-baru ini diperoleh selebriti Raffi Ahmad, memicu diskusi panas di dunia maya
Raffi Ahmad sebelumnya mendapat gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari Universal Institute of Professional Management (UIPM), sebuah institusi yang kemudian menjadi kontroversial karena tidak diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).
Perbedaan ini menjadi bahan perbincangan warganet, yang memandang kualitas institusi pemberi gelar kepada Raffi Ahmad tidak setara dengan Universitas Airlangga, salah satu kampus terbaik di Indonesia yang memberikan gelar doktor kepada AHY.
Warganet menyerbu media sosial pada Hari ini Selasa 10 Oktober 2024, dengan pernyataan membandingkan keduanya.
“Ini Doktor Beneran Bukan Doktor Unipersal Setudio…. ,” tulis akun @lambeturah pada Selasa (8/10), menyindir gelar kehormatan yang diterima Raffi Ahmad.
Akun lain, @lif***, juga ikut menanggapi, “Yang penghargaan dari Thailand itu gimana? Sampai dicaci maki gua sama fans-nya padahal cuma ngasih tau doang,” menyinggung polemik lain terkait gelar yang diterima Raffi dari luar negeri
Sementara itu, akun @iva*** mengungkapkan apresiasinya terhadap pencapaian AHY. “Kalo kaya gini liatnya kita juga bangga. Turut seneng. Kampus jelas, fakultas jelas, yg ngasih gelar dan dapet gelar jelas…,” ujarnya, menyiratkan bahwa transparansi dan kualitas lembaga yang memberikan gelar akademik menjadi aspek penting dalam menilai sebuah pencapaian.
Perbandingan ini menyoroti pentingnya kredibilitas institusi pendidikan dalam memberikan gelar, baik itu gelar akademik maupun kehormatan.
Pencapaian AHY yang diraih melalui jalur akademik murni dari institusi terkemuka seperti Universitas Airlangga, dinilai lebih memiliki bobot dan nilai dibandingkan gelar kehormatan yang diperoleh dari institusi yang belum diakui secara luas.
Diberitakan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam disertasinya yang berjudul “Transformational Leadership and Human Resources Orchestration towards Indonesia Emas 2045”, mengangkat isu mengenai cita-cita besar bangsa Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Dalam disertasinya, AHY memaparkan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dan orkestrasi sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi tantangan masa depan bangsa.
Ia menekankan bahwa kualitas SDM dan kepemimpinan merupakan faktor utama yang menentukan maju atau mundurnya suatu lembaga maupun negara. “Pada akhirnya, Indonesia maju atau tidak itu tergantung kualitas manusianya. Seperti halnya negara-negara maju lainnya,” tegas AHY dalam paparannya, dikutip dari @agusyudhoyono, Selasa (10/10/2024)
AHY juga mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meneliti topik ini dilatarbelakangi oleh pengamatannya selama berkarier sebagai tentara, politikus, dan kini pejabat pemerintahan.
“Saya tidak cukup puas hanya mengandalkan survei personal yang bisa jadi sangat subjektif,” jelasnya, menggarisbawahi pentingnya penelitian ilmiah dalam menentukan strategi pembangunan SDM.
Sidang doktoral AHY dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT, Ak, dan melibatkan para promotor serta penyanggah ternama, termasuk Prof. Badri Munir Sukoco, Prof. Fendy Suhariadi, dan Prof. Djoko Santoso, di antara para akademisi lainnya. (azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan