Beritabanten.com – Kota Serang, yang kini menjadi pusat administratif Provinsi Banten, memiliki sejarah perkeretaapian yang panjang dan penuh nilai historis.

Sejak masa kolonial Belanda, jalur kereta api di Serang memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta perkembangan ekonomi wilayah Banten.

Perkeretaapian di Serang dimulai pada akhir abad ke-19, saat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mulai membangun jalur kereta di wilayah Banten sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur strategis.

Pada tahun 1899, jalur kereta pertama di Serang dibuka, menghubungkan kota ini dengan Batavia (Jakarta) dan Merak. Jalur ini dikenal sebagai bagian dari lintas barat Jawa yang menghubungkan berbagai kota di Banten, termasuk Rangkasbitung dan Pandeglang, hingga Pelabuhan Merak.

Jalur kereta di Serang ini awalnya dibangun untuk mendukung pengangkutan hasil bumi, terutama produk perkebunan seperti kopi, tebu, dan karet, yang diekspor melalui Pelabuhan Merak.

Selain itu, pembangunan jalur kereta ini juga memudahkan mobilitas tenaga kerja serta bahan baku dari pedalaman Banten ke Batavia, pusat perdagangan kolonial saat itu.

Stasiun Serang, yang menjadi pusat aktivitas perkeretaapian di kota ini, merupakan salah satu stasiun kereta tertua di Banten.

Bangunan stasiun ini masih mempertahankan arsitektur kolonial yang khas, dengan elemen-elemen bangunan yang mencerminkan gaya Eropa abad ke-19.

Hingga kini, stasiun ini masih menjadi bagian penting dari sistem transportasi Banten, melayani jalur kereta komuter dan antar kota.

Selama masa penjajahan Jepang di Indonesia, jalur kereta api di Serang sempat digunakan untuk keperluan militer.

Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, jalur ini kembali dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang dan barang, menjadi urat nadi transportasi darat yang menghubungkan Serang dengan daerah-daerah lain di Banten dan Jakarta.

Dalam beberapa dekade terakhir, perkeretaapian di Serang mengalami modernisasi, terutama dengan hadirnya layanan KRL Commuter Line yang memperluas akses transportasi bagi warga Serang menuju Jabodetabek.

Pengembangan infrastruktur kereta api ini diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, terutama dengan rencana revitalisasi jalur-jalur lama serta pembangunan fasilitas baru.

Kini, sejarah panjang perkeretaapian di Kota Serang menjadi bagian penting dari identitas kota ini, sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu kolonial dan masa depan yang lebih modern.

Dengan terus berkembangnya jaringan kereta api di Banten, Kota Serang akan terus menjadi simpul penting dalam sistem transportasi nasional. (SRA)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com