Beritabanten.com – Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Cilegon terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendampingi korban kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma menjelaskan bahwa UPT PPA memiliki tenaga ahli, termasuk psikolog dan advokat, yang siap memberikan pendampingan kepada korban.

“Rata-rata pendampingan kami berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, kami tetap memantau kondisi korban,” ujar Lia, baru-baru ini.

Pendampingan yang diberikan oleh UPT PPA tidak hanya fokus pada aspek hukum, namun juga meliputi aspek psikologis dan spiritual korban.

“Tujuan kami adalah agar korban dapat kembali percaya diri dan lepas dari trauma. Pendampingan ini kami lakukan secara optimal dengan pendekatan yang menyeluruh,” kata Lia.

Lia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa semua laporan dijamin kerahasiaannya dan UPT PPA siap melayani kebutuhan masyarakat melalui layanan 24 jam.

“Kami siap memberikan pendampingan tanpa henti, demi terciptanya lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” tambah Lia.

Dengan berbagai upaya ini, UPT PPA Kota Cilegon berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi korban kekerasan, serta mendorong masyarakat untuk lebih berani melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com