Beritabanten.com – Ada beberapa langkah yang perlu diambil oleh masyarakat jika mengalami gigitan ular atau patukan ular. Salah satu yang sangat dianjurkan adalah tetap tenang.  

Setelah itu, segera lakukan imobilisasi pada area gigitan ular atau gunakan kayu untuk menjaga agar bagian tubuh yang terkena gigitan tidak banyak bergerak, dan hindari melakukan pembuntalan pada luka tersebut.  

“Jika panik dan banyak bergerak, terutama jika yang menggigit adalah ular berbisa neurotoksik, hal ini dapat melumpuhkan otot. Misalnya, saat panik, racun akan cepat masuk ke dalam aliran darah, yang bisa menyebabkan kelumpuhan otot, menyerang saraf, bahkan menghentikan jantung dan pernapasan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, Kemarin. 

Ia juga menambahkan bahwa semua puskesmas dengan IGD dan RSUD Kota Tangerang siap menangani keadaan darurat akibat gigitan ular.  

Serum anti-bisa ular tersedia di RSUD Kota Tangerang untuk jenis ular berbisa tertentu, berdasarkan asesmen dokter yang menangani serta konsultasi dengan ahli toksikologi.  

“Jadi, jika terjadi gigitan atau patukan ular, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tegas dr. Dini.  

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Tangerang agar waspada terhadap kemungkinan munculnya ular di pemukiman selama musim hujan.  

“Di musim hujan, hewan liar, terutama ular, cenderung masuk ke pemukiman. Oleh karena itu, mari kita jaga kebersihan rumah dan lingkungan agar hewan liar tidak masuk ke dalam rumah,” tutup dr. Dini.  

Masyarakat Kota Tangerang yang memerlukan bantuan terkait bencana dan situasi darurat, seperti gigitan ular atau hewan liar lainnya, dapat menghubungi BPBD Kota Tangerang melalui layanan call center darurat 112 atau nomor piket BPBD yang tersedia 24 jam di 021-5582-144. [Shv]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com