Beritabanten.com – Anda yang terbiasa melalui Jalan Maruga Raya arah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan atau Puspenkot Tangsel pada malam hari harus mencoba kudapan satu ini.
Dia adalah Ketoprak, yang berbahan utama tahu, ketupat atau lontong, bihun, mentimun, tauge. Terus bahan tersebut diaduk dengan bumbu kacang yang diulek bersama bawang putih mentah, gula merah, garem dan cabe rawit sesuai selera.
Tempat nguleknya di piring ditambahkan tahu panas digoreng di tempat, kerupuk, kecap dan taburan bawang goreng.
Koteprak model tersebut disebut penjual Ketoprak di pinggir Jalan Maruga Raya bernama Bang Umar lebih gurih disantap. Terasa panas dan bumbu kacang lebih seger.
“Kalau disiram dari bumbu kacang yang sudah diulek pakai blender sekaligus, terasa hilang aroma kacang. Apalagi tahunya dingin,” ucap dia ketika ditemui media, Kamis malam 24 Juli 2025.
Grobak Ketoprak Bang Umar terletak di RT 001 RW 008 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Memanfaatkan gerai isi ulang Blue Air yang tutup pada pukul 17.00 WIB.
“Saya hampir empat tahunan mas. Alhamdulilah jualan laku, banyakan yang bungkus dibandingkan makan di tempat,” ucap dia.
Untuk harga satu porsi Rp15 ribu dan jika mau ditambahkan telor goreng jadi Rp20 ribu, tapi itu jarang yang minta.
“Kalua pakai telor goreng memang terasa lebih gurih karena ada aroma goreng keringnya mas. Suka ada minta lebih kering,” ucapnya.
Bang Umar biasa berjualan ditemani anaknya bahkan cucunya karena terus ikut ibunya, khususnya di hari jelang Sabtu dan Minggu. Ada yang banyak pulang malam karena suka ada pengajian malam jumatan.
“Kalau jelang hari libur weekand, penjualan lumayan bisa mencapai 100 porsi, tapi kan engga tiap malam. Jalanin aja pasti ada rezekinya,” ucapnya.
Dia mengaku penghasilan berjualan cukup untuk kebutuhan keluarga, bahkan kini membantu anaknya yang sudah herumah tangga.
Ketika ditanya asal makanan Ketoprak dia jawab tidak tahu pasti, karena banyak dijual di daerah Jabodebek puluhan tahun lalu. Tapi, ada yang pernah mengatakan pada dia berasal dari Cirebon Jawa Barat.
Bang Umar terus melayani konsumen yang tersisa empat orang yang sedang menyantap di tempat dengan duduk di teeas gerai Blue Air yang sudah tutup. Mereka mendapat teh hangat sebagai minuman khas penutup makan Ketoprak.
“Coba aja tanya ke mbah gogel mas asal ketoprak,” dia menutup pembicaraan sambil merapihkan alat makanan yang ditinggalkan pelanggan.
Melansir wikimedia, nama Ketoprak berasal dari masa krisis tahun 1930-1931 di mana seorang pemain pentas seni Ketoprak di daerah Krukut Jakarta mencari penghasilan tambahan dengan berjualan tahu goreng menggunakan pikulan.
“Orang yang ingin membeli dagangannya memanggil dia “Bang Ketoprak!” karena ketenarannya sebagai pemain Ketoprak, sejak saat itu makanan tahu goreng yang dicampur tauge dan bumbu menjadi identik dengan sebutan Ketoprak,” demkian wikimedia. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan