Penulis: Azharul Fuad Mahfudh, Praktisi Dakwah Digital

Beritabanten.com -;Alquran terdiri dari 30 juz, 114 surat, enam ribu sekian ayat, lebih dari 77.400 kata, Imam Syafi’i pernah menghitung ada 1.027.000 huruf, maka jika kita mencari kata “Ramadhan” hanya ditemukan di satu tempat, yaitu di dalam surat Al-Baqarah ayat 185.

Di dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Inilah satu-satunya tempat di mana kata “Ramadhan” disebutkan di dalam Alquran. Selain kewajiban untuk berpuasa, di dalam ayat ini Allah SWT mengaitkan langsung kata Ramadhan dengan Alquran.

Apa maknanya?

Tidak lain adalah ibadah spesial dan sangat utama di bulan Ramadhan adalah mentadabburi Alquran, meningkatkan pemahaman kita terhadap Alquran. Bulan Ramadhan adalah bulan untuk merayakan Alquran.

Maka, jika seseorang berpuasa Ramadhan, dia sholat tahajjud, tarawih, bersedekah, i’tikaf, dan melakukan ibadah lainnya, tetapi selama Ramadhan sama sekali tidak membaca Alquran, maka Ramadhannya kurang bermakna.

Di sisi lain, makna peningkatan pemahaman terhadap Alquran bukan hanya sekedar mengejar target khatam tanpa mengerti artinya. Alquran sebagai petunjuk harus dipahami dengan cara membaca dan memahami kandungannya. Oleh karenanya, membaca terjemahannya menjadi mutlak dilakukan.

Ketika seseorang melakukan traveling ke negeri China, dan ia melihat tulisan petunjuk arah, maka tulisan tersebut bukanlah petunjuk baginya karena ia tidak mengerti bahasa China. Begitu pula Alquran, ia akan menjadi petunjuk bagi yang paham maknanya.

Pada pembukaan MTQ Nasional XXVIII di Padang Sumatera Barat, Juli 2020, Menteri Agama, saat itu Fachrul Razi, mengungkapkan ada 65% umat Islam di Indonesia yang masih buta aksara Alquran. Hal tersebut berdasarkan hasil riset Institut Ilmu Alquran Indonesia.

Beberapa tahun sebelumnya, pada bulan Juni 2017, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten melakukan survei melek huruf Alquran.

Salah satu hasil survei tersebut menyebutkan ada 12,36% penduduk Banten yang sama sekali tidak bisa membaca Alquran. Dan sebanyak 34,55% penduduk Banten tidak memiliki Alquran di rumahnya.

Tentunya ini sebuah keprihatinan yang membutuhkan perhatian serius. Bagaimana Alquran akan menjadi petunjuk jika membacanya saja tidak bisa, kualitas membacanya saja masih rendah, atau lancar membaca tapi tidak mengerti artinya.

Seorang tokoh Yahudi sebagaimana dikutip Dr. Raghib As-Sirjani dalam bukunya “Spritual Reading”, hidup lebih bermakna dengan membaca, terbitan Aqwam 2007, mengatakan, “Kami orang Yahudi tidak takut kepada umat Islam, karena umat Islam adalah umat yang tidak suka / miskin membaca”, terutama membaca kitab sucinya.

Banyak tokoh berpendapat kemunduran umat Islam salah satu penyebabnya karena umat Islam saat ini malas membaca. Budaya membaca yang dapat melahirkan kemajuan di bidang pengetahuan dan teknologi ditinggalkan oleh banyak umat Islam dunia. Walau umat Islam membaca dan menghapal Alquran, tapi banyak dari mereka yang tidak mengerti kandungannya. Ketidakmengertian tersebut mengakibatkan prilaku dalam kehidupannya tidak sejalan dengan apa yang dibaca.

Lalu menjadi tugas siapa?

Tentunya menjadi tugas setiap orangtua. Jangan hanya mengandalkan Pemerintah atau sekolah. Orangtua berkewajiban mengajarkan atau setidaknya memberi fasilitas kepada anak-anaknya agar mereka bisa membaca Alquran dengan baik.

Sekali lagi, bulan Ramadhan adalah bulan untuk merayakan Alquran, bulan untuk meningkatkan kualitas pemahaman kita terhadap Alquran. Bagi yang belum bisa membaca Alquran, niatkan di bulan Ramadhan ini harus bisa membaca Alquran. Bagi yang belum memahami artinya, mulailah di bulan Ramadhan ini membaca terjemahannya, membaca tafsirnya, dan seterusnya, sehingga kualitas pemahaman kita terhadap Alquran terus meningkat.

Semoga selepas Ramadhan nanti, kita menjadi pribadi yang lebih baik setelah membaca dan memahami kandungan Alquran. Insya Allah. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com