Beritabanten.comPolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan kesempatan langka bagi pedagang sayur keliling untuk mendapatkan Surat Idzin Mengemudi (SIM) C secara gratis. Ini sebagai upaya untuk mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta program pemerintah.

Program tersebut berjalan dari 11 November hingga 11 Desember 2024, sebagai bagian dari memperkuat sektor UMKM, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam program Asta Cita yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP M. Puteh Rinaldi, menjelaskan bahwa program pembagian SIM C gratis ini adalah bentuk kerja sama antara Polres Lombok Tengah dengan beberapa mitra, seperti Bank BRI, Sky Lancing, dan Lantis.

“Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Polres Lombok Tengah dengan mitra Polri, seperti Bank BRI, Sky Lancing, dan Lantis,” ujarnya pada Senin (11/11/2024).

60 Kuota SIM C Gratis

Sebanyak 60 kuota SIM C gratis telah disiapkan untuk para pedagang sayur keliling di Lombok Tengah. Pada hari pertama pelaksanaan program, sebanyak 12 orang sudah berhasil mendapatkan SIM gratis. Untuk bisa memperoleh SIM C ini, para pedagang tetap harus mengikuti prosedur standar pembuatan SIM, yang mencakup ujian teori dan praktik. Jika lulus, SIM C akan langsung dicetak dan diberikan pada hari yang sama.

“Program ini bertujuan untuk membantu pedagang sayur keliling agar dapat meningkatkan mobilitas mereka dalam berjualan dan tentunya menjadi contoh dalam keselamatan berkendara di jalan raya. Kami juga berharap program ini bisa meringankan beban biaya pengurusan SIM bagi mereka yang membutuhkan,” kata AKP Puteh.

Meringankan Beban Biaya

Pembuatan SIM C biasanya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain biaya untuk tes psikologi sebesar Rp 35.000, biaya kesehatan, dan biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) SIM C yang mencapai Rp 100.000, total biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk memperoleh SIM C dapat mencapai sekitar Rp 235.000.

Melalui program ini, para pedagang sayur keliling yang sering kali menghadapi kendala ekonomi bisa menghemat biaya pembuatan SIM, yang pada gilirannya membantu mereka untuk lebih bebas beraktivitas dan memperluas jaringan usaha mereka.

“Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pedagang sayur keliling dalam mengurus SIM mereka tanpa beban biaya yang memberatkan,” tambah AKP Puteh.

Hingga 11 Desember 2024

Setelah 12 orang berhasil mendapatkan SIM pada hari pertama, kini masih tersisa 48 kuota SIM C gratis yang dapat dimanfaatkan oleh pedagang sayur keliling di Lombok Tengah. Bagi para pedagang yang ingin mendapatkan SIM gratis, mereka tetap harus mengikuti ujian teori dan praktik, seperti yang berlaku pada prosedur pembuatan SIM pada umumnya.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para pedagang sayur keliling, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM di Indonesia. Dengan memiliki SIM, para pedagang dapat berkendara dengan lebih aman, mematuhi peraturan lalu lintas, serta meningkatkan efisiensi dalam menjalankan usaha mereka.

Asta Cita Presiden Prabowo

Program ini juga merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo yang berfokus pada penguatan sektor UMKM dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan memberikan kemudahan akses bagi pelaku UMKM seperti pedagang sayur keliling, diharapkan mereka dapat lebih mudah menjalankan usaha dan mengembangkan bisnisnya, yang pada akhirnya turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional. Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan dukungan kepada pelaku UMKM,” tutup AKP Puteh.

Bagi para pedagang sayur keliling di Lombok Tengah yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, mereka dapat langsung mendaftar untuk mendapatkan SIM C gratis hingga 11 Desember 2024. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kehidupan para pelaku UMKM di daerah tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com