Beritabanten.com – Kebangkitan zakat di Kota Tangerang Selatan menjadi impian warga, karena akan berdampak pada pengumpulan yang nanti akan sangat bermanfaat untuk program strategis pemberdayaan masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan merasa perlu menggenjot pendapatan donasi dengan tebar literasi zakat. Pengetahuan utuh tentang zakat akan mampu menjadikan warga berdonasi dana kemanusiaan kepada BAZNAS Kota Tangsel.
Ini terekam dalam kegiatan literasi zakat yang diikuti oleh 100 guru guru ngaji dan guru madrasah dari Kecamatan Pamulang di Aula Kecamatan Pamulang pada Kamis 7 Agustus 2025.
Pimpinan BAZNAS Tangsel Deni Nuryadin menjelaskan program tersebut sebagai bagian dari sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) zakat yang dilaksanakan secara bergilir di tujuh kecamatan se-Tangerang Selatan.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman para pendidik agama terhadap konsep zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penyuluh zakat di tengah masyarakat,” kata dia, kemarin.

Deni meyakini, literasi zakat akan berdampak positif pada kinerja BANZAS di masa mendatang sehingga mampu memberikan program terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.
“Para guru ngaji dan guru madrasah menjadi agen informasi yang mampu menyampaikan manfaat zakat kepada masyarakat,” ujar DR. Deni Nuryadin, Komisioner Bidang SAU BAZNAS Tangsel,’ dia tambahkan.
Dia membeberkan, para peserta mendapat materi komprehensif mengenai regulasi dan mekanisme pengelolaan zakat secara syar’i dan legal. Bahkan, ada strategi praktis dalam mengedukasi masyarakat agar lebih sadar dan tergerak untuk menunaikan zakat.
“BAZNAS Tangsel menekankan bahwa literasi zakat bukan sekadar kegiatan informatif, melainkan bagian dari misi dakwah sosial yang berkelanjutan,” tegas dia.
Karena itu, dia optimis para guru sebagai tokoh sentral di masyarakat yang memiliki pemahaman zakat yang kuat akan mampu meningkatkan penghimpunan zakat.
Program literasi ini, kata Deni, akan terus berlanjut ke kecamatan-kecamatan lainnya sebagai bentuk komitmen BAZNAS Tangsel dalam memperluas pemahaman zakat di kalangan masyarakat akar rumput.
“Zakat tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga solusi nyata dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar,” demikian Deni menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan