Beritabanten.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang Widiasmanto soroti efisiensi anggaran program pemerintah dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Tantangan terbesar pelaku usaha perhotelan dan restoran adalah kesenjangan antara kebutuhan pelaku usaha dan prioritas anggaran pemerintah daerah,” katanya, dikutip dari RRI, Rabu (10/6/2025).
Dia mengatakan banyak program pemerintah tidak sasaran karena kurang melibatkan pelaku industri secara langsung dalam perencanaannya.
“Kami berharap pemerintah bisa lebih terbuka dan adaptif terhadap masukan dari pelaku usaha,” kata dia.
“Efisiensi anggaran bukan hanya soal mengurangi biaya, tetapi bagaimana dana yang ada bisa benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan,” dia tambahkan.
Sektor perhotelan dan restoran di Banten, dikatakan, masih terus berjuang untuk bertahan pasca turbulensi ekonomi karena pandemi covid-19.
Pelaku usaha juga masih harus bergelut dengan biaya operasional yang tinggi, penurunan kunjungan wisatawan, dan persaingan ketat antar usaha.
Karenanya, pemerintah daerah diharapkan bisa menyesuaikan program kerja dengan kondisi aktual para pelaku usaha.
Kolaborasi aktif dengan asosiasi seperti PHRI dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan anggaran yang efisien dan implementasi program yang lebih efektif.
“Jika pemerintah dan pelaku usaha bisa berjalan seirama, maka geliat ekonomi daerah bisa tumbuh lebih cepat dan merata,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan