Beritabanten.com Pagi itu di SDN Sukaratu, Kabupaten Pandeglang, berjalan seperti biasa. Bel sekolah baru saja reda, dan halaman depan sekolah kembali dipenuhi tawa anak-anak yang berlarian menuju jajanan di luar pagar. Namun dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi kepanikan yang sulit dilupakan.
Sebuah mobil Toyota Innova hitam melaju dan masuk ke area depan sekolah. Kendaraan itu menabrak sejumlah siswa yang tengah beristirahat, sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam kerumunan di dekat pedagang kaki lima.
Jeritan terdengar bersahutan. Anak-anak berlarian tanpa arah, sementara sebagian lainnya tergeletak di tanah. Debu dan kepanikan bercampur dalam situasi yang tak lagi terkendali.
Di antara saksi mata, guru dan warga sekolah berupaya menyelamatkan para korban. Namun, benturan keras membuat sejumlah anak dan seorang pedagang mengalami luka serius.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni seorang siswa kelas 4 dan seorang pedagang bernama Dewi yang setiap hari berjualan di depan sekolah. Ia dikenal ramah oleh para siswa yang kerap membeli jajanan darinya sebelum masuk kembali ke kelas.
“Anak-anak sedang jajan seperti biasa. Tiba-tiba mobil sudah di depan sekolah,” ujar salah satu guru yang masih tampak terpukul saat mengingat kejadian itu.
Sementara itu, enam siswa lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, namun satu korban masih dalam kondisi kritis.
Yang membuat peristiwa ini semakin menyisakan tanda tanya adalah informasi yang beredar di sekitar lokasi, bahwa kendaraan tersebut diduga dikemudikan oleh seorang pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Di halaman sekolah yang kini kembali sepi, sisa-sisa kejadian masih terlihat: sepatu kecil yang tertinggal, meja jajanan yang berantakan, dan garis polisi yang membentang di depan gerbang.
Bagi para guru dan orang tua, pagi itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas. Ia berubah menjadi pengingat betapa cepatnya rutinitas sederhana di lingkungan sekolah bisa berganti menjadi peristiwa yang meninggalkan luka panjang.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan