Beritabanten.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong percepatan pembangunan ekosistem digital guna meningkatkan kredibilitas layanan publik serta transparansi data.

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menjelaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2015.

 

Pada fase awal, masing-masing perangkat daerah mengembangkan aplikasi layanan secara mandiri. Selanjutnya, pada periode 2021–2024, sistem tersebut mulai dikonsolidasikan melalui portal terpadu milik pemerintah kota.

 

“Sejak 2025, kami memasuki era satu ekosistem percakapan. Seluruh layanan diintegrasikan melalui platform Tangsel ONE dan HELITA, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengakses banyak aplikasi,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

 

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara terpusat, termasuk melalui kanal percakapan digital yang aktif selama 24 jam.

 

Pemkot Tangsel juga telah menyediakan sejumlah layanan digital yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, di antaranya Simponie Tangsel untuk pengurusan lebih dari 73 jenis perizinan, sistem pengaduan LAPOR!, serta portal Pajak Daerah untuk pembayaran secara daring.

 

Selain itu, kehadiran asisten virtual berbasis kecerdasan buatan, HELITA, diharapkan mampu memberikan informasi secara cepat dan responsif kepada warga.

 

“Ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang lebih adaptif dan mudah diakses,” jelasnya.

 

Untuk pengembangan ke depan, Pemkot Tangsel menargetkan perluasan integrasi layanan pada kuartal III 2026, termasuk penerapan sistem notifikasi proaktif serta dashboard warga mandiri.

 

Pada tahap tersebut, sistem diharapkan mampu memberikan pengingat otomatis kepada masyarakat terkait berbagai layanan.

 

Adapun visi jangka panjang yang ingin dicapai adalah terwujudnya Smart City Humanis pada 2027, dengan dukungan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan.

 

“Layanan akan bersifat prediktif, sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara lebih tepat,” tambah Asep.

 

Di sisi lain, Diskominfo Tangsel juga memanfaatkan teknologi big data analytics untuk memantau perkembangan isu publik secara real-time, sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi.

 

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas informasi di tengah tingginya arus komunikasi digital.

 

Terkait keamanan data, Pemkot Tangsel memperkuat peran Computer Security Incident Response Team (CSIRT) guna melindungi privasi masyarakat dari potensi ancaman siber.

 

“Kami menempatkan keamanan data sebagai prioritas utama, karena kepercayaan publik sangat bergantung pada hal tersebut,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, transformasi digital yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintah.

 

“Teknologi merupakan alat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com