Beritabanten.com – Tradisi buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi ajang silaturahmi, bukber juga memiliki berbagai manfaat, baik dari segi sosial, emosional, maupun kesehatan mental.

Menurut pakar komunikasi sosial, bukber dapat mempererat hubungan antarindividu, baik dalam lingkup keluarga, pertemanan, maupun rekan kerja.

“Buka puasa bersama bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi momen berkumpul yang memperkuat kebersamaan dan rasa kekeluargaan,” ujar Rahma Widiyanti, seorang sosiolog di Cilegon, kemarin.

Bukber juga menjadi kesempatan untuk mengurangi stres. Bertemu dengan teman atau keluarga setelah menjalani aktivitas sehari-hari dapat memberikan efek positif bagi kesehatan mental.

Rasa bahagia yang muncul saat berbagi cerita dan tertawa bersama dapat meningkatkan produksi hormon endorfin, yang membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan suasana hati.

Dari sisi spiritual, bukber juga mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berbagi makanan dengan orang lain, baik itu teman, saudara, maupun masyarakat yang kurang mampu.

Tak hanya itu, bukber juga menjadi sarana untuk memperbaiki pola makan. Dengan berbuka bersama, seseorang cenderung lebih memperhatikan menu yang dikonsumsi, sehingga dapat menjaga keseimbangan gizi setelah seharian berpuasa.

Salah seorang warga Cilegon, Rina (28), mengungkapkan bahwa bukber selalu menjadi momen yang ia tunggu setiap Ramadan.

“Setiap tahun, saya selalu mengadakan bukber dengan teman-teman lama. Selain bisa melepas rindu, rasanya juga lebih nikmat saat berbuka bersama,” katanya.

Dengan berbagai manfaatnya, buka puasa bersama bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga memiliki dampak positif yang mendalam bagi kehidupan sosial, emosional, dan spiritual seseorang. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com